Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Megawati: Bung Karno Diam demi Cegah Perang Saudara
Politik

Megawati: Bung Karno Diam demi Cegah Perang Saudara

RiyadiBy Riyadi03/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, bukan secara mudah.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika di Perpustakaan Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025).

Dalam pidatonya, Megawati menyinggung perjuangannya memperjuangkan pencabutan Tap MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967, yang dulu mencabut kekuasaan Presiden pertama RI, Soekarno, sekaligus menempatkan sang proklamator dalam posisi sulit secara politik.

Baca juga :   DPRD Sumsel Janji Bantu Selesaikan Konflik Lahan di Banyuasin

“Bayangkan, saya tiap kali ke Setneg hanya untuk menanyakan tap itu mau diapakan. Kalau Bung Karno bersalah, demi keadilan seharusnya dibawa ke pengadilan, bukan dibiarkan begitu saja. Tapi saya terus berjuang, akhirnya MPR membatalkan,” kata Megawati.

Megawati mengatakan, Bung Karno memilih diam menghadapi keputusan MPRS itu demi mencegah konflik di dalam negeri. Sikap itu, menurutnya, menunjukkan kedewasaan dan kebesaran jiwa seorang pemimpin.

“Bung Karno tidak menunjukkan sikap cengeng. Saya tanya, kenapa tidak melawan? Kalau melawan pasti terjadi perang saudara. Itu pemimpin luar biasa. Dia diam saja, padahal kami sekeluarga pun tak tahu statusnya apa, tahanan atau bukan,” ujarnya.

Baca juga :   Luhut Soal Megawati Absen di Upacara HUT RI: Kita Harap Lengkap, Tapi Mungkin Berhalangan



Megawati lalu menegaskan bahwa gelar pahlawan tidak bisa diberikan sembarangan, melainkan harus dipertimbangkan secara mendalam berdasarkan jasa, keteladanan, dan nilai kemanusiaan yang diperjuangkan.

“Kalau mau jadikan seseorang pahlawan, ya mbok hati-hati. Jangan gampang. Kalau Bung Karno disebut pahlawan, saya berani bertanggung jawab,” tegasnya.

Usai acara, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa pesan Megawati adalah soal kehati-hatian dalam memberi gelar pahlawan nasional. Menurut Hasto, pahlawan harus menjadi sosok ideal yang memberi teladan moral dan perjuangan bagi bangsa.

Baca juga :   PDIP dan Gerindra Kakak Adik, Guntur Romli Tegaskan PDIP Masih Oposisi


“Pahlawan itu simbol nilai kemanusiaan dan perjuangan bangsa. Pesan Bu Mega jelas, gelar pahlawan harus diberikan hati-hati, melihat kepeloporan, suara rakyat, dan keteladanannya,” ujar Hasto.

Menanggapi pertanyaan soal usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, Hasto menyebut PDIP mendengar berbagai pandangan publik, termasuk catatan soal pelanggaran HAM yang pernah disampaikan Prof Mahfud MD saat menjabat Menko Polhukam.

“Kami mendengarkan masukan dari masyarakat sipil dan perguruan tinggi. Banyak catatan soal pelanggaran HAM yang belum dituntaskan. Karena itu, prinsip kehati-hatian yang disampaikan Ibu Megawati menjadi pedoman PDIP,” katanya. [YKP]

Bung Karno Gelar Pahlawan Megawati
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKetua Bawaslu Sumsel Kurniawan Wafat, Demokrasi Sumsel Kehilangan Sosok Penjaganya
Next Article Live Instagram Wali Kota Surabaya Bocor, Percakapan Admin Viral


Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,869 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,743 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,716 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?