RELUNG.ID- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegur keras Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dalam rapat tersebut, Bahlil secara terbuka mempertanyakan keberanian anak buahnya itu dalam menindak aktivitas tambang ilegal di Indonesia.
“Pak Dirjen Gakkum mana? Komisi XII lagi uji nyali Bapak ini. Bapak jaksa atau bukan jaksa? Kalau nyali tidak ada, segera pertimbangkan. Saya enggak main-main, ini barang enggak ada urusan kita,” tegas Bahlil sambil menunjuk ke arah Rilke.
Teguran keras Bahlil itu muncul setelah anggota Komisi XII DPR Fraksi Gerindra, Muhammad Rohid, menyoroti lemahnya kinerja Direktorat Gakkum ESDM yang dinilai belum melakukan tindakan nyata terhadap maraknya tambang ilegal.
“Sampai hari ini kami belum melihat pergerakan atau gebrakan dari Dirjen Gakkum. Kami minta agar lebih sering turun ke lapangan, karena tambang ilegal di Indonesia ini sangat banyak,” ujar Rohid dalam rapat tersebut.
Rohid bahkan menawarkan bantuan kepada Bahlil dan jajarannya dengan memberikan informasi lokasi-lokasi tambang ilegal yang diketahui oleh anggota dewan. Ia menilai, langkah itu penting agar keberadaan Direktorat Gakkum tidak dianggap sekadar formalitas.
“Kami siap dampingi Bapak ke lapangan. Jangan sampai Direktorat Gakkum ini nanti dibilang tidak ada gunanya. Orang bisa saja bilang, direktorat ini omon-omon,” ucap Rohid.
Sebelumnya, DPR juga telah menyoroti lambannya penindakan terhadap praktik tambang ilegal, termasuk yang beroperasi dengan modus Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu di berbagai daerah. [YKP]

