RELUNG.ID– Ratusan warga Ponorogo, Jawa Timur, menggelar aksi dukungan untuk Bupati Sugiri Sancoko yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan jual beli jabatan pada Jumat (7/11/2025).
Peserta aksi yang didominasi para ibu mulai berkumpul di depan Gedung DPRD Ponorogo sejak pukul 08.00 WIB. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan dukungan, seperti “Kembalikan Kang Giri,” “Rakyat Tidak Meninggalkan Kang Giri,” “Pulangkan Pak Pren, Rakyat Menunggu,” hingga “Rakyat Ponorogo Masih Love Pak Pren.”
Aksi itu digelar sebagai bentuk keprihatinan warga terhadap kasus yang menimpa Sugiri Sancoko, yang akrab disapa Pren sebutan dari kata friend dalam bahasa slank.
Aang Pariyanto, koordinator aksi, mengatakan masyarakat merasa terpukul dengan kabar OTT tersebut. Sebagai bentuk simpati, warga menggelar doa bersama untuk memberikan dukungan moral kepada Sugiri yang kini menjalani proses hukum di Jakarta.
“Masyarakat prihatin dengan apa yang menimpa Bupati kami, Sugiri Sancoko. Keprihatinan ini kami wujudkan dalam doa bersama sebagai dukungan moril kepada Pak Giri dalam proses hukumnya,” ujarnya saat ditemui di depan kantor DPRD Ponorogo, Kamis (20/11/2025).
Ki Anom, salah satu tokoh masyarakat yang ikut hadir, menyebut bahwa warga mengenal Sugiri sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil. Ia menilai banyak warga, terutama pedagang dan masyarakat di kawasan pinggir jalan, merasa kehilangan dan sedih atas kasus yang menjerat bupati mereka.
“Saya mengakomodir masyarakat dari pasar, dari pinggir jalan yang merasa prihatin. Sosok yang luar biasa untuk masyarakat Ponorogo kok bisa sampai seperti ini,” ucapnya.
Sementara itu, Darmi, warga lain yang ikut membentangkan spanduk, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk dukungan moral bagi sosok yang mereka anggap baik.
“Beliau itu dekat dengan orang kecil. Kami memberikan dukungan moril karena selama ini yang kami tahu beliau orangnya baik,” katanya.[YKP]

