RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau meminta warganya untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Hal ini menyusul bencana banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di wilayah Sumatera.
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Lubuklinggau, Suryo Amrinata mengatakan, disamping bencana banjir, pihaknya mengingatkan untuk waspada bencana angin puting beliung.
Sebab menurut Suryo, di bulan November ini catatan pihaknya telah terjadi satu kali bencana angin puting beliung di daerah yang merusak rumah warga di Jalan Kenanga, Permai 17. Angin puting beliung tersebut merusak satu unit rumah.
“Seng (atap rumah) yang lepas, satu rumah,” kata Suryo pada Jumat, (28/11/2025).
Adanya kejadian tersebut, pihaknya meminta masyarakat Lubuklinggau untuk waspada. Terutama bila terjadi hujan deras yang biasanya dibarengi dengan adanya angin kencang.
Kemudian untuk meminimalisir resiko terjadinya banjir, pihaknya mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
Sebab dengan menjaga kebersihan lingkungan terutama pada saluran air, maka saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, banjir dapat diminimalisir.
“Jadi kita harapkan seluruh masyarakat kota Lubuklinggau mulai hari ini dapat menjaga lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, terutama saluran air,” ujarnya.
Selain itu, menghadapi perkiraan cuaca ekstrem di musim hujan saat ini, pihaknya telah menyiagakan personel. Dimana sambungnya, petugas disiagakan 14 jam untuk membantu warga apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Kita selalu siap siaga, standby 24 jam untuk membantu warga apabila terjadi bencana alam maupun bencana kebakaran,” timpalnya.
Kata Suryo, terdapat beberapa pos bencana yang telah disiapkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dalam menghadapi bencana. Pos tersebut terdapat di Kelurahan Air Kuti.
Sedangkan untuk Pos kebakaran terdiri dari 4 pos meliputi Pasar Satelit sebagai pos induk, Komplek perkantoran Pemkot di wilayah Barat, lalu Pos Timur dekat Bandara Silampari dan Pos Selatan dekat pasar ikan.
“Jadi seluruh pos kita selalu siap siagakan untuk membantu warga apabila terjadi bencana alam maupun bencana kebakaran,” bebernya.
Lebih lanjut, di Lubuklinggau berdasarkan catatan pihaknya terdapat sejumlah wilayah yang rawan banjir. Terutama yang pemukimannya berada dekat di aliran sungai. Banjir tersebut akibat intensitas hujan tinggi yang membuat debit air sungai Tinggai hingga sampai meluap.
“Rawan banjir itu di aliran Sungai Mesat dan aliran Sungai Malus di daerah Belalau, termasuk daerah Taba Baru. Beberapa kali disitu agak rawan banjir apabila terjadi hujan tinggi. Jadi kita harapkan warga yang tinggal di dekat lokasi itu dapat mengantisipasinya,” pungkasnya. (NSR)

