RELUNG.ID – Petani di wilayah Semendo Raya, Kabupaten Muara Enim mengeluhkan kelangkaan pupuk. Padahal, saat ini memasuki musim tanam.
Tak hanya mengalami kelangkaan, harga pupuk pun melonjak sangat tinggi di wilayah tersebut. Harga pupuk non subsidi berkisar antara SP-36 Rp450 ribu, Urea Rp450 ribu, Ponska Rp250 ribu, ZA Rp450 ribu MPK 16 non subsidi Rp950.
Hal ini diakui salah satu petani di Desa Segamit, Nur. Dia mengatakan saat ini dirinya sangat sulit untuk mendapatkan pupuk, terutama pupuk SP-36. Padahal, pupuk ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman padi. Mengingat, saat ini tengah memasuki musim tanam.
Baca Juga: 31 Mobil dan 71 Motor Disita Selama Operasi Kepolisian Rutin yang Dilakukan
“Kami bingung, saat ini pupuk benar-benar tidak ada, bagaimana kami harus berharap lebih kalau pupuk saja tidak ada,” katanya, Senin (30/1).
Menurutnya, kondisi ini selalu terjadi setiap tahun, khususnya memasuki musim tanam. Padahal, mayoritas petani di wilayah tersebut mengandalkan tanaman padi dan kopi. “Kami harap ketersediaan pupuk ini kembali normal. Karena saat ini sangat sulit, harga sudah mahal, pupuk pun tidak ada,” ujarnya.
Dilain tempat, Penjual pupuk Surman Tambunan mengakui saat ini pupuk jenis SP-36 dan ZA sangat sulit didapatkan. Padahal, petani sangat membutuhkan pupuk tersebut karena memasuki musim tanam. Dia menambahkan, saat ini barang tersebut bahkan tidak ada.
“Saya sudah mencari ke agen-agen tapi pupuknya tidak ada,” katanya.
Karena itu, dia berharap agar pemerintah memberikan solusi. Apalagi, Wilayah Semendo ini merupakan Kawasan Agropolitan, yang mayoritas masyarakatnya bertani. “Kalau pupuk ada, maka hasil panen akan membaik, ekonomi masyarakat pun juga meningkat,” pungkasnya.

