RELUNG.ID – Hari ini dan besok diprediksi menjadi puncak arus keberangkatan penumpang pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
General Manager Garuda Indonesia Branch Palembang, Yona Wahyuni Kemala, mengatakan bahwa pada hari ini terdapat empat penerbangan Garuda Indonesia rute Palembang–Jakarta yang seluruhnya terisi penuh atau mencapai tingkat keterisian 100 persen.
Keempat penerbangan tersebut menggunakan pesawat Boeing dengan kapasitas masing-masing 162 penumpang.
Dengan demikian, total penumpang yang diberangkatkan Garuda Indonesia dari Palembang ke Jakarta hari ini mencapai 648 orang.
Yona menjelaskan, puncak arus libur Nataru tahun ini terjadi lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang menerapkan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai 22 Desember 2025.
“Biasanya puncak arus libur Natal dan Tahun Baru terjadi pada 29 Desember. Namun dengan adanya kebijakan WFA yang mulai berlaku pada 22 Desember, puncak pergerakan penumpang bergeser ke tanggal 22–23 Desember,” jelasnya saat diwawancarai, Selasa (22/12/2025).
Ia menambahkan, kepadatan penerbangan diperkirakan masih akan berlanjut hingga besok. Hal ini disebabkan ASN atau pekerja yang sebelumnya belum libur, kini sudah dapat memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja.
Pada periode puncak libur panjang Nataru ini, maskapai menerapkan tarif batas atas untuk kelas ekonomi. Namun, berkat kebijakan diskon dari pemerintah, penumpang tetap mendapatkan potongan harga sebesar 16 persen.
“Saat ini tiket Garuda Indonesia kelas ekonomi dibanderol Rp1.150.000. Dengan diskon 16 persen, harga tiket menjadi sekitar Rp960.000,” ujarnya.
Garuda Indonesia juga mengimbau para penumpang agar datang lebih awal ke bandara untuk mengantisipasi kemacetan dan kendala lain selama masa puncak liburan, terutama bagi penumpang yang memiliki penerbangan lanjutan.
Selain itu, calon penumpang disarankan memilih penerbangan pada pagi hari. Menurut Yona, kondisi cuaca pada sore hingga malam hari, seperti angin kencang dan hujan, berpotensi memengaruhi kelancaran penerbangan selama musim libur Nataru. (CKM)

