RELUNG.ID – Harapan warga Kabupaten Empat Lawang untuk menikmati penurunan harga pangan di awal tahun 2026 tampaknya harus tertunda.
Memasuki Jumat (2/1/2026), harga komoditas pokok seperti telur dan daging ayam di Pasar Pulau Mas terpantau masih kokoh di angka tertinggi, melanjutkan tren kenaikan yang terjadi sejak akhir tahun lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga telur ayam belum bergeming dari angka Rp60.000 per karpet (isi 30 butir). Kondisi serupa terjadi pada daging ayam yang dibanderol Rp40.000 per kilogram.
Padahal, dalam kondisi normal, harga daging ayam biasanya hanya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000. Namun, saat ini naik mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Meri, salah satu pedagang sembako di Pasar Pulau Mas, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur ini merupakan imbas dari tingginya harga di tingkat agen.
“Sudah naik dari agen, jadi pedagang hanya mengikuti harga yang ada. Kami tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga jual,” keluh Meri.
Hal senada diungkapkan Dewi, pedagang daging ayam. Menurutnya, harga Rp40.000 ini sudah bertahan sejak pertengahan November 2025 tanpa ada tanda-tanda penurunan.
“Normalnya jauh di bawah itu. Sekarang sudah masuk Januari tapi belum turun-turun juga,” tambahnya.
Imbas dari tingginya harga ini mulai terasa pada aktivitas ekonomi di pasar. Daya beli masyarakat yang menurun membuat suasana pasar terasa lebih lengang dari biasanya. (SLM)

