RELUNG.ID- Musisi Fiersa Besari membagikan kisah kecelakaan yang dialami istrinya, Aqia Nurfadla, saat berada di kawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026) pagi, ketika Aqia membantu manajer Fiersa, Ubay, menurunkan barang dari bagasi taksi. Sementara itu, Fiersa menggendong putri mereka yang masih tertidur.
Namun, saat Aqia dan Ubay berada di bagian belakang mobil, sebuah kendaraan tiba-tiba menabrak dari arah belakang hingga membuat keduanya tergencet.
“Aqia dan Ubay yang sedang ambil koper di bagasi ditabrak dari belakang dan menjadikan keduanya tergencet antara mobil. Ubay bisa lepas ke samping, Aqia tidak,” tulis Fiersa Besari melalui Instagram Story pribadinya, Minggu (4/1/2026).
Fiersa menuturkan, meski Aqia sudah berteriak kesakitan, sopir mobil yang menabrak justru kembali memajukan kendaraannya.
“Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet,” lanjutnya.
Menurut Fiersa, sopir mobil tersebut merupakan pria berusia sekitar 60–70 tahun. Ia mengaku sangat marah, terlebih ketika sang pengemudi meremehkan kondisi Aqia.
“Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp 200 ribu untuk damai. Meledaklah saya,” tegas pelantun Tulang Punggung itu.
Fiersa kemudian membawa Aqia ke Pos Kesehatan KAI Stasiun Gambir untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sementara itu, Ubay menahan sopir tersebut hingga polisi datang ke lokasi.
Setelah polisi tiba, sopir mobil mengaku tidak memiliki uang dan kendaraan yang dikendarainya bukan miliknya. Ia pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Meski demikian, Fiersa menegaskan kemarahannya bukan semata-mata soal materi.
“Bagi saya bukan soal uang. Ini soal konsekuensi ketika berbuat kesalahan. Di satu sisi, bapak ini sudah sepuh. Di sisi lain, justru karena dia sudah sepuh, jangan sampai ada korban lain akibat kelalaiannya,” ujar Fiersa.
Ia juga mengaku tak bisa membayangkan jika putrinya yang sedang digendong ikut berada di posisi tersebut.
Aqia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan rontgen. Akibat insiden tersebut, rencana perjalanan dan liburan keluarga ke Yogyakarta pun batal.
Kabar baiknya, hasil rontgen menunjukkan Aqia tidak mengalami patah atau retak tulang.
“Hanya beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi pembengkakan akibat trauma pada otot,” jelas Fiersa.
Aqia akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Ia mempertimbangkan proses hukum yang berpotensi panjang, termasuk penyitaan kendaraan dan keharusan bolak-balik menjalani pemeriksaan.
“Akhinya bapak penabrak dijatuhi sanksi tilang dan penahanan STNK,” kata Fiersa Besari.[YKP]

