RELUNG.ID- TNI Angkatan Darat mengamankan terduga pelaku dalam kasus kematian Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, prajurit yang diduga tewas akibat penganiayaan seniornya saat bertugas di Papua.
Saat ini, kasus tersebut tengah diusut secara intensif oleh aparat militer.
Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengungkapkan bahwa putranya semula bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh sebelum kemudian mendapat penugasan ke Papua. Ia mengaku tidak menyangka anaknya meninggal dalam situasi tragis.
“Kabar itu disampaikan sepupunya. Awalnya anak saya sakit, lalu menghangatkan badan di perapian di Papua,” ujar Zakaria saat ditemui di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Zakaria, saat itu seorang prajurit berpangkat sersan sempat menghampiri Pratu Farkhan dan menanyakan kondisinya. Namun kemudian datang prajurit berpangkat kopral yang memanggil korban dan membawanya ke samping.
“Dia disuruh tunduk, lalu dipukul pakai ranting di bagian punggungnya,” kata Zakaria.
Korban juga diduga mengalami tindak kekerasan lainnya hingga terjatuh. Meski sempat berusaha membela diri, Pratu Farkhan akhirnya meninggal dunia.
Zakaria mengaku terpukul karena putranya meninggal bukan akibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata.
“Anak saya mati bukan di ujung senjata GPK. Anak saya mati sesama TNI,” ujarnya.
Jenazah Pratu Farkhan dimakamkan di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, pada Sabtu siang. Upacara pemakaman turut dihadiri Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Dimar Bahtera, beserta sejumlah prajurit TNI lainnya.
Kolonel Dimar Bahtera menyatakan bahwa kasus tersebut sedang diusut oleh TNI Angkatan Darat atas perintah langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
“Terduga pelaku sudah diamankan dan ditahan di POM Timika. Saat ini masih satu orang, namun pemeriksaan terus dilakukan. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain,” kata Dimar.[YKP]

