RELUNG.ID- Nama mantan dosen UIN Malang, Imam Muslimin atau akrab disapa Yai Mim, dan tetangganya yang juga pemilik rental mobil, Nurul Sahara, tengah menjadi sorotan publik setelah kisruh rumah tangga bertetangga mereka viral di media sosial.
Pada 10 September 2025, Sahara mengunggah video di TikTok berisi tudingan bahwa Yai Mim melakukan tindakan provokatif, memfitnah, hingga merendahkan dirinya. Ia juga menuding mantan dosen tersebut melakukan pelecehan. Sejak saat itu, hujatan warganet pun ramai dialamatkan kepada Yai Mim.
Akibat gempuran opini publik, Yai Mim dinonaktifkan dari jabatannya di UIN Malang. Puncaknya, pada 22 September 2025, ia bersama keluarga diusir dari rumahnya oleh aparat setempat.
Setelah sekian lama bungkam, Yai Mim bersama istrinya, Rosida Vignesvari, akhirnya angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa tudingan Sahara adalah fitnah.
Menurut Rosida, akar persoalan berawal dari tanah di depan rumahnya yang dibeli pada 2007. Awalnya tanah tersebut disedekahkan sebagai jalan atau fasilitas umum. Namun belakangan, Sahara memagari lahan itu untuk kandang kambing dan parkir mobil rental.
“Jalan di depan rumah kami itu tanah yang kami beli. Awalnya kami ikhlaskan untuk jalan, tapi kemudian dipagari Sahara,” jelas Rosida, Senin (29/9/2025).
Yai Mim juga membantah keras tudingan pencabulan. Dalam kanal YouTube Sumardo Denny, ia menceritakan kronologi peristiwa yang disebutnya sebagai fitnah.
Saat istrinya menunaikan ibadah haji, Sahara datang ke rumah dengan alasan mengantar makanan. Ia sempat mengunci pintu rumah, namun Yai Mim menegurnya. Saat dirinya sedang mencuci baju di lantai tiga, Sahara tiba-tiba berteriak menuduhnya cabul.
“Saya kaget, apalagi hanya pakai celana pendek karena sedang mencuci. Suaminya Sahara juga memanggil anaknya dengan suara keras. Saya langsung takut difitnah dan berusaha menghindar,” tutur Yai Mim.
Kasus ini membuat warga setempat terbelah. Menurut Yai Mim, pihak RT dan RW tidak pernah melakukan mediasi antara dirinya dan Sahara, melainkan langsung mendengar versi sepihak.
“RT, RW, dan warga hanya dengar keterangan Sahara dan suaminya. Ini jauh dari keadilan,” tegasnya. [YKP]

