RELUNG.ID– Sebuah video yang memperlihatkan tangis histeris seorang anak perempuan saat mengantar pemakaman ayahnya viral di media sosial dan mengundang keprihatinan publik.
Bocah tersebut merupakan anak dari KD, pria yang meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Dalam video yang beredar melalui akun Instagram @infoberitabali, anak perempuan itu terlihat menangis histeris saat jenazah sang ayah yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri usai diamuk massa.
“Bapak, bapak, bapak,” teriak bocah itu sambil menangis.
Tangis bocah tersebut semakin memilukan ketika ia terus memanggil ayahnya.
“Pak, bapak. Bapak, bapak balik,” ucapnya sembari menangis dan menghentakkan kaki ke tanah.
Karena tak kuasa menahan kesedihan, bocah itu harus dipapah oleh dua orang dewasa selama prosesi pemakaman berlangsung.
Video tersebut menuai simpati dari warganet. Banyak yang mengaku tersentuh melihat kesedihan sang anak dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Salah seorang pengguna media sosial menuliskan, “Dari tangisan si anak, kita tahu bahwa sang ayah bertanggung jawab pada anaknya. Sekalipun benar dia mencuri ayam, tidak sepatutnya apa yang dia lakukan ditukar dengan nyawa.”
Komentar lain berbunyi, “Kehilangan ayah luar biasa sakitnya, apalagi dengan cara seperti ini. Semangat adik kecil.”
Sebelumnya, KD dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dikeroyok warga karena kepergok hendak membawa seekor ayam milik warga pada Kamis dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WITA di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya.
Menurut informasi kepolisian, warga yang memergoki dugaan pencurian tersebut berusaha mengamankan KD. Namun situasi kemudian memanas hingga berujung aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Tak hanya itu, sepeda motor yang diduga digunakan korban juga dibakar massa.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seekor ayam, sebilah golok yang diduga milik korban, tas berisi tang, ketapel, batu, sejumlah uang tunai, serta bangkai sepeda motor yang terbakar.
Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi mengatakan dugaan pencurian ayam itu diduga dipicu keresahan warga akibat maraknya pencurian hewan ternak di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, Polda Bali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum,” ujar Rina.
Polisi masih menyelidiki secara menyeluruh peristiwa tersebut, termasuk dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.[YKP]

