RELUNG.ID- Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni mengklaim mengalami kerugian hingga Rp 80 miliar akibat penjarahan rumahnya yang dilakukan massa pada Sabtu (30/8/2025).
Akibat peristiwa tersebut, hampir seluruh isi rumah Sahroni dilaporkan habis diambil.
Hal itu disampaikan Sahroni saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026). Ia mengungkapkan kondisi rumahnya rusak parah ketika kembali mendatangi lokasi beberapa pekan setelah kejadian.
“Yang saya laporkan Rp 80 miliar, Yang Mulia,” kata Sahroni di hadapan majelis hakim.
Menurut Sahroni, kerusakan terjadi dari lantai bawah hingga lantai atas. Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang, mulai dari patung Iron Man, pakaian, lampu, hingga berbagai perabot rumah tangga.
Selain itu, lima unit kendaraan miliknya juga dirusak dalam peristiwa penjarahan tersebut.
“Mobil lima, Yang Mulia. Hancur kelima-limanya,” ujarnya.
Sahroni juga mengaku kehilangan sejumlah dokumen penting, termasuk ijazah sekolah dasar hingga doktor, sertifikat, serta kartu keluarga.
“Ijazah dari SD sampai doktor hilang, Yang Mulia. Sertifikat juga hilang semua,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sahroni menyebut massa yang mendatangi rumahnya bertindak beringas dan langsung melakukan perusakan tanpa didahului orasi.
Ia mengaku tidak menyangka ajakan penjarahan yang bermula dari media sosial benar-benar terjadi.
“Saya tidak menyangka. Ini sejarah baru, Yang Mulia. Saya tidak korupsi, tapi saya dijarah,” kata Sahroni.
Diketahui, Ahmad Sahroni sempat menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait desakan pembubaran DPR yang ramai diperbincangkan di ruang publik. Dalam pernyataannya, Sahroni menyebut desakan tersebut sebagai tindakan yang keliru dan tidak berdasar.[YKP]

