RELUNG.ID — Dampak banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga menghantam sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Ribuan petani terpaksa menunda musim tanam akibat sawah yang masih terendam air.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya 7.176 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di empat kecamatan, yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, dan Mesuji. Dari jumlah tersebut, 576 KK terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena rumah mereka masih dikepung air.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan wilayah Air Sugihan menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak terbanyak. Di kecamatan ini, banjir merendam permukiman di 16 desa dengan total 3.520 KK terdampak, serta menggenangi ribuan hektare lahan pertanian dan akses jalan utama.
“Air Sugihan menjadi wilayah terparah. Selain permukiman, sawah dan infrastruktur jalan juga ikut terdampak cukup signifikan,” ujar Sudirman, Rabu (14/1/2026).
Selain Air Sugihan, banjir juga melanda Kecamatan Lempuing dengan 1.774 KK terdampak di 10 desa, disusul Lempuing Jaya dengan 1.616 KK di delapan desa, serta Mesuji yang mencatat 266 KK terdampak. Di sejumlah wilayah, air memang mulai surut, namun aktivitas warga belum sepenuhnya pulih.
Secara keseluruhan, banjir telah merendam sekitar 4.860 hektare sawah produktif. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya produksi padi dan pendapatan petani dalam beberapa bulan ke depan.
Sebagai langkah pemulihan, Pemerintah Kabupaten OKI menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 142.700 kilogram dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani segera melakukan tanam ulang setelah genangan air surut.
Bupati OKI, Muchendi, menegaskan bahwa penyaluran benih merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap nasib petani pascabanjir. Ia juga meminta dinas terkait untuk aktif mendampingi petani agar proses pemulihan berjalan maksimal.
“Kami ingin memastikan petani tidak terlalu lama kehilangan masa tanam. Pendampingan harus dilakukan dari awal sampai panen,” katanya saat meninjau wilayah terdampak.[THQ]

