Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Rentetan Dugaan Pelanggaran Lingkungan Hingga Konflik Lahan, Aktivis Desak Aparat Setop Operasional Tambang Mustika Indah Permai
Regional

Rentetan Dugaan Pelanggaran Lingkungan Hingga Konflik Lahan, Aktivis Desak Aparat Setop Operasional Tambang Mustika Indah Permai

RiyadiBy Riyadi14/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi/ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Sejumlah dugaan pelanggaran lingkungan dan hukum kembali menyeret nama perusahaan tambang batu bara PT Mustika Indah Permai (MIP) yang beroperasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Rentetan persoalan sejak 2022 hingga awal 2026 membuat aktivis mendesak aparat penegak hukum turun tangan mengusut secara menyeluruh operasional perusahaan tersebut.

Pada Juni 2022, warga dari lima desa di sekitar wilayah tambang menggelar aksi demonstrasi. Mereka menuntut agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal serta mengurangi dampak debu dari aktivitas pertambangan yang dinilai semakin mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

Baca juga :   Menapak Jejak Dugaan Pencemaran Sungai Penimur Akibat Aktivitas Pertambangan [BAGIAN KETUJUH]

Tak lama berselang, aliansi emak-emak menggelar aksi spontan. Mereka menyoroti polusi debu, pencemaran lingkungan, serta dampak aktivitas tambang terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Setahun kemudian, PT MIP kembali disorot publik akibat insiden fatal di area tambang. Seorang helper mekanik dilaporkan tewas setelah terlindas buldozer. Kejadian itu memunculkan dugaan lemahnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Belum lama dari peristiwa tersebut, seorang pekerja asal Malang juga dilaporkan meninggal dunia di lokasi tambang yang sama, memperkuat sorotan terhadap manajemen keselamatan kerja perusahaan.

Baca juga :   Menapak Jejak Dugaan Pencemaran Sungai Penimur Akibat Aktivitas Pertambangan [BAGIAN KEENAM]

Pada 2024, warga kembali memprotes keberadaan jalan crossing hauling angkutan batu bara PT MIP yang diduga dibangun tanpa izin resmi. Merespons gejolak itu, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lahat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang.

Dalam sidak tersebut, DPRD Lahat menemukan tidak adanya Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) di areal disposal tambang. Akibatnya, aliran air hujan langsung masuk ke sungai di sekitar area tambang. Selain itu, debu dari aktivitas pengangkutan batu bara menuju stockpile juga dikeluhkan warga karena tak kunjung dikendalikan.

Namun, temuan DPRD tersebut dinilai tidak ditindaklanjuti secara serius oleh perusahaan.

Baca juga :   Persoalan Tenaga Kerja Lokal, Warga Tanjung Telang Gelar Aksi di Tambang PT AMM

Pada Mei 2025, warga Desa Gunung Kembang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pemkab Lahat. Mereka menuntut penindakan tegas terhadap PT MIP atas kerusakan jalan desa, polusi debu, hingga pencemaran lingkungan yang kian parah.

Salah satu dampak paling dirasakan warga adalah tercemarnya aliran Sungai Kili yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Akibat pencemaran tersebut, warga tidak lagi dapat memanfaatkan air sungai untuk keperluan pertanian.

Aksi serupa juga digelar di wilayah Lahat dengan isu utama pencemaran limbah tambang. DPRD Lahat pun sempat berjanji akan memanggil pihak perusahaan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Baca juga :   Palembang Kembali Banjir, Pengamat: Ini Teras Kota, Kok Seperti Kubangan?

Puncak konflik terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, ketika bentrok antara warga dan karyawan PT MIP berujung aksi pembacokan. Insiden ini diduga dipicu sengketa lahan jalan hauling yang tak kunjung diselesaikan.

Dari informasi yang dihimpun, insiden bermula saat seorang warga bernama Badir, yang mengklaim sebagai pemilik lahan, mendatangi lokasi pembangunan jalan hauling baru milik PT Adaro (MIP). Badir diduga melakukan pembacokan terhadap salah satu karyawan perusahaan lantaran tidak terima lahannya digunakan sebelum ada kesepakatan ganti rugi.

Peristiwa berdarah itu memicu aksi unjuk rasa di Mabes Polri. Massa membawa mobil komando dan spanduk bertuliskan tuntutan keadilan bagi warga Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

Baca juga :   ESDM Tutup Tiga Stockpile Batu Bara Ilegal di Muara Enim, 1.430 Ton Disita

Desak Sanksi bagi Perusahaan

Koordinator Gerakan Laskar Pro 08 (GL PRO 08) Sumsel, Dodo Arman, menilai berbagai konflik sosial, lingkungan, hingga insiden berdarah yang melibatkan warga tidak muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, kondisi itu merupakan akumulasi dari dugaan pelanggaran hukum serius yang dilakukan perusahaan.

“Ini bukan kejadian tunggal. Konflik yang meledak di lapangan adalah dampak dari dugaan pelanggaran izin, lingkungan, hingga penyerobotan lahan warga yang dibiarkan berlarut-larut,” kata Dodo, Rabu (14/1/2026).

Baca juga :   Heboh, Pria Tunawisma Palembang Ditemukan Tewas di Taman Trotoar

Dodo Arman menegaskan, dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan menjadi pemicu utama perlawanan warga.

“Sudah jelas, membangun tanpa izin, melakukan pembuatan jalan hauling dengan menyerobot lahan warga tanpa kesepakatan dan tanpa ganti rugi itu melanggar Undang-Undang,” tegasnya.

Ia juga menduga kuat PT MIP mengabaikan kewajiban lingkungan. “Kami menduga kuat pihak perusahaan sudah mengabaikan AMDAL dan melakukan aktivitas tanpa memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan,” ujar Dodo.

Baca juga :   Pemko Palembang Import Daging Kerbau Beku dari India, Antisipasi Kenaikan Harga di Bulan Puasa

Senada, Koordinator Sumsel Bersih, Arlan, menilai negara tidak boleh kalah oleh korporasi. Ia mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh izin, dokumen lingkungan, serta operasional tambang PT MIP.

“Jika dugaan pelanggaran ini terus dibiarkan, konflik sosial dan kerusakan lingkungan akan semakin meluas. Aparat harus hadir untuk melindungi warga,” tegas Arlan.[KBP]

Aktivis Desak Stop Operasional Konflik Lahan MIP Tambang Batu Bara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJadi Korban Tabrak Lari, Lansia Tewas Hendak Pergi Cuci Pakaian di Rumah Majikan
Next Article Banjir OKI Tekan Ribuan Petani, Sawah Terendam Hampir 5.000 Hektare dan Ratusan Keluarga Mengungsi
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,865 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,740 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,713 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?