Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kisah Guru di Tapanuli Selatan Hibahkan Tanah 7.500 Meter Persegi untuk Madrasah
Regional

Kisah Guru di Tapanuli Selatan Hibahkan Tanah 7.500 Meter Persegi untuk Madrasah

RiyadiBy Riyadi15/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Nur Ali Harahab, S.Pd.I., Kepala MTsN 7 Tapanuli Selatan, menghibahkan lahan seluas 7.500 meter persegi untuk pengembangan madrasah di wilayah Angkola Selatan. (Dokumentasi Kemenag)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Beberapa waktu lalu, banjir melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Isak tangis warga akibat bencana perlahan berganti dengan semangat untuk bangkit dan pulih.

Di tengah suasana itu, hadir kisah pengabdian seorang guru yang menghangatkan hati.

Nur Ali Harahab, S.Pd.I., Kepala MTsN 7 Tapanuli Selatan, menghibahkan lahan seluas 7.500 meter persegi untuk pengembangan madrasah di wilayah Angkola Selatan. Tanah yang dibelinya dengan penuh perjuangan itu kini resmi diserahkan kepada negara melalui Kementerian Agama.

Baca juga :   Dorong Percepatan Proyek PSEL, Wali Kota Palembang Sebut Progresnya Capai 66 Persen

Selama 20 tahun mengabdi sebagai pendidik, Nur Ali merasakan pahit manis dunia pendidikan. Empat bulan setelah memasuki masa pensiun pada Agustus 2025, ia justru mengambil keputusan besar yang mencerminkan komitmennya terhadap pendidikan agama komitmen yang telah terpatri jauh sebelum ia menjadi guru.

Lulusan Pendidikan Guru Agama (PGA) tahun 1990 ini menuturkan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.

Sebelum menjadi pendidik, ia pernah merantau ke berbagai daerah, bahkan bekerja sebagai tenaga kerja di Arab Saudi. Pengalaman hidup itulah yang semakin menguatkan keyakinannya akan pentingnya pendidikan, khususnya pendidikan agama.

Baca juga :   Guru SD di OKU Selatan Tewas Usai Pergoki Aksi Pencurian, Pelakunya Siswi SMP

“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah. Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” tuturnya, dikutip dari laman Pendis Kementerian Agama, Kamis (15/1/2026).

Niat tersebut bukan sekadar wacana. Dengan penuh perjuangan, bahkan sempat berhutang ke bank, Nur Ali bersama suaminya membeli lahan yang kini dihibahkan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan. Ia menegaskan sejak awal tanah itu tidak pernah diniatkan sebagai aset keluarga.

“Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan negara. Kalau dikelola oleh Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Baca juga :   Dihubungi Pria Tak Dikenal dan Diajak Check In, Wanita di Palembang Lapor Polisi

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, hibah tersebut mencerminkan nilai keikhlasan dan pengabdian yang menjadi ruh seorang pendidik. Nur Ali berharap madrasah itu kelak menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Ia juga menyampaikan pesan menyentuh kepada para guru madrasah di seluruh Indonesia.

“Marilah kita semua berniat tulus dan ikhlas untuk memperluas pendidikan agama. Dengan pendidikan agama, anak-anak bangsa akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” pesannya.

Baca juga :   Lewat Live TikTok, Wali Kota Ratu Dewa Akui 3.625 Unit Lampu Jalan di Palembang Rusak

Pengabdian Nur Ali tidak berhenti di ruang kelas. Dengan ketulusan dan keberanian berkorban, ia menjadikan madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan warisan peradaban bagi masa depan.[YKP]

Guru Hibahkan Tanah Madrasah Tapanuli Selatan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAktor Oh Dong Min dan Noh Susanna Umumkan Pernikahan
Next Article Sidang Sengketa Aset Bina Darma Palembang, Bukti Sertifikat Tanah Jadi Sorotan
Riyadi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,989 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,860 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,833 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?