Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kesehatan Awak Pesawat ATR 42-500 Dipastikan Laik oleh Kemenhub

Regional

Kesehatan Awak Pesawat ATR 42-500 Dipastikan Laik oleh Kemenhub


RiyadiBy Riyadi19/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Kementerian Perhubungan memastikan seluruh awak pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan telah memenuhi standar kesehatan penerbangan sebelum bertugas.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa.

“Berdasarkan data Medical Examination (MEDEX) terakhir, seluruh awak pesawat yang bertugas dinyatakan fit dan telah memenuhi standar kesehatan penerbangan sesuai ketentuan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67,” kata Lukman dalam pernyataan resmi, Senin (19/1/2026).

Baca juga :   Pangdam II Sriwijaya Lantik Danbrigif dan Danyonif Teritorial Pembangunan di Lubuklinggau



Lukman menegaskan seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat masih berlaku saat pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). Ia memastikan tidak ada catatan medis yang menunjukkan awak pesawat dalam kondisi tidak laik saat menjalankan tugas.

Rincian pemeriksaan kesehatan awak pesawat pun dipaparkan. Capt. Andy Dahananto selaku Pilot in Command tercatat memiliki sertifikat kesehatan Kelas 1 dengan pemeriksaan terakhir pada 28 Juli 2025 dan masa berlaku hingga 31 Januari 2026.

First Officer (FO) Yudha Mahardika juga mengantongi sertifikat kesehatan Kelas 1. Pemeriksaan medis terakhir dilakukan pada 15 Agustus 2025 dengan masa berlaku hingga 15 Februari 2026.

Baca juga :   5 Bahaya Onani Jika Dilakukan Secara Berlebih pada Pria

Sementara itu, Hariadi yang bertugas sebagai Flight Operations Officer memiliki sertifikat kesehatan Kelas 3. Pemeriksaan medis terakhir dilakukan pada 12 Juli 2024 dan sertifikat tersebut berlaku hingga 12 Juli 2026.

Dua awak kabin, Florencia Lolita dan Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar, masing-masing memegang sertifikat kesehatan Kelas 2.

Florencia menjalani pemeriksaan medis terakhir pada 31 Januari 2025 dengan masa berlaku hingga 31 Januari 2026, sedangkan Esther terakhir diperiksa pada 24 September 2024 dengan masa berlaku hingga 24 September 2026.

Baca juga :   Hati-Hati! Jemur Pakaian di Dalam Rumah Bisa Picu Pertumbuhan Jamur Berbahaya

“Dengan demikian, tidak terdapat catatan medis yang menunjukkan awak pesawat tidak laik secara kesehatan pada saat bertugas,” tegas Lukman.

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport untuk melayani rute Yogyakarta–Makassar. Pesawat dilaporkan hilang kontak saat bersiap melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Beberapa waktu kemudian, Tim SAR Gabungan menemukan sejumlah serpihan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Baca juga :   Lima Orang Tewas dalam Kebakaran Kapal KM Barcelona, Berikut Kronologinya

“Pada pukul 07.46 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan,” pungkas Lukman. [YKP]

ATR 42-500 Awak Pesawat Kemenhub Kesehatan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHarga Emas Antam Tembus Rekor Tertinggi Rp2,7 Per Gram
Next Article Puluhan Tahun Terabaikan, Jalan Talang Banan Akhirnya Dibangun
Riyadi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,006 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,875 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,848 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?