RELUNG.ID– Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini bukan lagi identik dengan penyakit anak-anak. Di Kota Palembang, justru kelompok usia produktif menjadi korban paling banyak, memunculkan kekhawatiran baru terhadap dampaknya pada aktivitas kerja dan produktivitas masyarakat perkotaan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat, rata-rata kasus ISPA mencapai sekitar 13 ribu orang setiap bulan. Lonjakan tertinggi terjadi pada Desember 2025 dengan total 18.206 pasien yang tersebar di seluruh kecamatan. Mayoritas penderita berada di rentang usia 19 hingga 59 tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menjelaskan pergeseran pola ini berkaitan erat dengan mobilitas tinggi masyarakat usia kerja.
“Kelompok usia produktif paling banyak beraktivitas di luar rumah. Mereka bekerja, berkendara, dan sering terpapar debu serta polusi, sehingga risiko ISPA menjadi jauh lebih besar,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Selain faktor cuaca ekstrem dan tingginya polusi udara, Yudhi menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang dinilai ikut memperparah situasi. Penggunaan masker yang semakin jarang, terutama di kalangan pengendara sepeda motor, membuat paparan kuman dan virus semakin sulit dihindari.
“Sekarang banyak yang merasa tidak nyaman pakai masker. Padahal, di jalanan dengan debu dan asap kendaraan, masker itu benteng pertama,” katanya.
Faktor gaya hidup juga disebut berperan besar. Kebiasaan merokok dinilai membuat saluran pernapasan lebih rentan, sehingga infeksi lebih cepat berkembang saat tubuh terpapar bakteri atau virus.
“Paru-paru perokok daya tahannya lebih rendah. Begitu ada kuman masuk, penyakitnya bisa lebih berat,” tegas Yudhi.
Meski angka kasus tergolong tinggi, Dinkes Palembang memastikan fasilitas kesehatan siap menangani pasien. Ketersediaan obat-obatan ISPA di 42 puskesmas dinyatakan aman, dan masyarakat diminta tidak panik.
Yudhi mengingatkan, ISPA ringan tidak selalu membutuhkan antibiotik. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, istirahat cukup, dan menjaga kebersihan lingkungan.
“ISPA sangat dipengaruhi imunitas. Kalau tubuh kuat, penyakit bisa sembuh dengan sendirinya. Kuncinya ada di kesadaran kita menjaga kesehatan,” pungkasnya.[THQ]

