RELUNG.ID – Puluhan alat berat berjejer rapi di Kantor Pusat PT Trakindo Utama, Jalan Kolonel H Barlian Km 8, Palembang. Logo CAT berwarna kuning hitam menempel kokoh di setiap unit dan siap diberangkatkan untuk membangun negeri.
Namun, bagi Trakindo, alat berat bukan hanya simbol proyek dan bisnis. Mesin-mesin raksasa itu juga menjadi harapan, terutama ketika bencana datang tanpa permisi.
Selama 55 tahun perjalanan, Trakindo membuktikan bahwa alat berat bisa lebih dari sekadar kekuatan industri, ia menjadi jembatan kemanusiaan, solusi, dan masa depan.

Ketika Alat Berat Menjadi Alat Kemanusiaan
Di lokasi terdampak longsor, sebuah ekskavator Caterpillar tak henti mengeruk tanah yang menutup akses jalan. Setiap ayunan lengan besinya membuka ruang baru bagi evakuasi, distribusi logistik, dan harapan warga yang terisolasi.
Bekerja sama dengan CV Jasa Tambang, Trakindo turun langsung membantu proses darurat. Tak berhenti di situ, bantuan kemanusiaan juga disalurkan ke berbagai wilayah yang terdampak banjir dan longsor, mulai dari Sibolga (Sumatra Utara), Bireuen, Tangse, Pidie (Aceh) dan Agam dan Pasaman (Sumatra Barat).

Bantuan meliputi paket sembako, makanan siap saji, air minum bersih, selimut dan perlengkapan tidur, perlengkapan sanitasi, serta obat-obatan dan kebutuhan kesehatan dasar.
Bagi Trakindo, setiap unit yang bergerak di medan bencana bukan hanya alat berat melainkan tangan yang menolong.
Mengantar Operator Lokal ke Panggung Dunia
Tak hanya memberikan bantuan terhadap bencana, Trakindo ikut serta dalam pengembangan Sumber Daya Manusia di Indonesia. Salah satunya pengembangan operator lokal menuju panggung dunia.
Bagi Trakindo, teknologi tanpa manusia unggul tidak akan berarti. Karena itu, pengembangan talenta menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang perusahaan.

Melalui Global Operator Challenge (GOC), Trakindo membuka peluang bagi operator Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia.
General Manager Sumatera PT Trakindo Utama, Heintje Sekeh mengatakan, GOC bukan sekadar kompetisi, melainkan simbol konsistensi Trakindo dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ajang ini menjadi bukti bahwa operator lokal memiliki standar kelas dunia.
“Ada 27 operator terbaik dari berbagai wilayah Indonesia yang mengikuti ajang dua tahunan ini,” kata Heintje.

Menurut Heintje Sekeh, penyelenggaraan GOC ini tentunya sejalan dengan semangat perusahaan Advancing You Forward, yakni mendorong kemajuan pelanggan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapabilitas operator, yang merupakan ujung tombak keberhasilan proyek.
“Kami percaya operator alat berat Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan operator terbaik dunia. Melalui GOC ini, kami ingin membangkitkan semangat para operator untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat global,” katanya.
Bisnis yang Tumbuh di Tengah Tantangan
Meski tidak melupakan misi kemanusiaan, Trakindo membuktikan jika mereka tetap solid dari sisi performa bisnis.
Hal ini berkat teknologi yang terus dikembangkan pada alat berat Caterpillar yang kini makin dipercaya di berbagai sektor industri khususnya di wilayah Sumsel.

General Manager Sumatera PT Trakindo Utama, Heintje Sekeh, mengungkapkan bahwa perkembangan bisnis pada semester pertama tahun 2025 lalu menunjukkan tren positif, bahkan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Sumatera, khususnya Sumatera Selatan, memiliki keragaman sektor industri konstruksi, perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan. Diversifikasi ini membuat dampak fluktuasi ekonomi tidak terlalu berat,” ujarnya.
Keragaman inilah yang menjadi kekuatan Sumatera, sekaligus penopang pertumbuhan Trakindo di tengah ketidakpastian ekonomi global dan alat berat beragam merk lainnya.

“Kami percaya setiap orang tentunya memiliki seleranya masing-masing. Namun, kami juga tetap yakin pengguna alat berat kami akan tetap memilih kami,” singkatnya. (LWM)
