Bermodal jimat-jimat, Aryadi dan Agustriawan yang merupakan ayah dan anak warga Air Paoh, Martapura, OKU Timur, Sumsel ini nekat menjadi dukun palsu.
Keduanya telah menipu seorang warga di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU).
Akibat perbuatannya, keduanya nyaris dihakimi keluarga korban dan warga. Beruntung, polisi datang dan menangkap keduanya.
Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita uang jutaan rupiah serta berbagai jimat yang dimiliki para pelaku untuk meyakinkan korbannya.
BACA: Seorang Ayah di OKU Tega Rudapaksa Anak Tirinya Hingga Melahirkan
Dihadapan polisi, pelaku, Aryadi mengaku terpaksa melakukannya bersama anaknya. Lantaran, terdesak ekonomi. Dirinya melakukan penipuan dengan berpura pura bisa menerbangkan uang dengan alasan ada arwah gentayangan di rumah korban dan menghipnotis korban.
Padahal itu, sama sekali tidak benar. Uang yang katanya telah diterbangkan itu kemudian diambilnya. Sebelum melakukan ritual dirinya menetapkan mahar mencapai Rp5 juta.
“Baru sekali inilah tapi satu korban ini sudah beberapa kali saya tipu. Modus saya korban itu kena guna- guna. Nah untuk menghilangkan itu saya minta uang alasan untuk diterbangkan bersama penyakitnya. Korban saya hipnotis dahulu, tapi uang itu sama sekali tidak saya terbangkan tapi saya ambil,” katanya, Rabu malam (4/1).
Pelaku sendiri yang diamankan di kawasan Desa Tanjung Kemala sempat mengelak saat diintrogasi warga dan polisi. Namun pelaku yang telah tepergok membawa uang puluhan juta tak bisa lagi mengelak saat digeledah dan dibawa ke kantor polisi.
Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan Satreskrim Polres OKU bersama barang bukti jimat, uang jutaan rupiah, cincin dan lainya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
BACA: Tegas! Kapolres OKU Perintahkan Tembak Ditempat Pelaku 3C
Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Zanzibar membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polres OKU untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Saat ini masih dalam penyelidikan apakah benar aksi itu dan akan kita gelar dulu,” pungkasnya.
