RELUNG.ID – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden munculnya kepulan asap oranye dari sebuah pabrik di kawasan industri Cikuasa, Cilegon, Banten.
Shanty menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dan memastikan tim Kementerian Lingkungan Hidup telah diterjunkan ke lokasi.
“Tim sudah turun, tetapi pekerjaan belum selesai. Pemeriksaan harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, bukan hanya melihat kejadian di permukaan, melainkan mencari akar masalahnya,” ujar Shanty kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Ia mendorong agar audit tidak hanya berfokus pada momen insiden, tetapi juga mencakup sistem keselamatan pabrik secara keseluruhan. Menurutnya, asap berwarna oranye menjadi indikator adanya gangguan serius dalam proses industri.
Shanty juga menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap warga yang terdampak. Ia meminta adanya program rehabilitasi kesehatan yang jelas dan berkelanjutan.
“Paparan bahan kimia bisa berdampak jangka panjang. Rehabilitasi kesehatan warga harus menjadi prioritas dan menjadi tanggung jawab perusahaan,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Cilegon memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tetap aman. Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan kebocoran pada pipa maupun tangki penyimpanan bahan kimia.
“Kami sudah turun langsung ke lokasi bersama aparat kepolisian. Tidak ditemukan kebocoran pipa atau tangki,” kata Robinsar, Minggu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, kepulan uap kuning-oranye tersebut berasal dari reaksi kimia dalam proses penampungan sisa material produksi.
“Ada reaksi antara sisa material, kemungkinan base oil dan asam nitrat, yang memicu munculnya uap berwarna kuning,” jelasnya.
Meski dinyatakan aman, pemerintah daerah bersama pihak kepolisian masih terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak lanjutan. (vid)

