RELUNG.ID – Sebuah video anggota DPR komisi VI menerima amplop kuning saat rapat bersama PT Pertamina, Selasa (11/3) beredar di media sosial.
Video ini pun akhirnya mendapatkan tanggapan langsung dari Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade.
“Kami ingin klarifikasi bahwa kemarin itu viral di media sosial seakan-akan ada narasi sesat ya dan seakan dibangun opininya rapat dengan Pertamina kemarin bahwa anggota komisi VI menerima amplop,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, Rabu (12/3).
Dia menjelaskan, amplop yang diterima anggota dari fraksi Demokrat, Herman Khaeron itu merupakan amplop uang SPPD atau perjalanan dinas. Uang itu, menurut dia, diterima Herman setelah melakukan perjalanan dinas.
“Perjalanan dinasnya itu minggu lalu dan baru kemarin ditandatangani dan diambil,” katanya.
“Saya tegaskan perang kita terhadap mafia migas jangan terganggu dengan fight back mafia terhadap kita,” katanya.
Sementara itu, Herman Khaeron menambahkan, jika dirinya geli saat membaca narasi yang beredar. Menurutnya, narasi yang beredar ini adalah fitnah keji.
Terlebih lagi, dia sempat mengkritik kalau ada oknum yang melanggar hukum dan korup, setuju untuk ditindak oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan berikan sanksi seberat-beratnya
“Saya tegaskan bahwa uang perjalanan dinas itu seharusnya diambil pekan lalu, namun dirinya baru bisa mengambil kemarin,” ujarnya.
Menurutnya, narasi fitnah ini bentuk perlawanan proxy terhadap kekuatan mereka yang ingin memperbaiki bangsa dan negara. (vid)

