RELUNG.ID- Warga Tionghoa di Pagar Alam merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh kebersamaan dan suasana sederhana. Meski jumlah komunitasnya tidak banyak, perayaan tetap berlangsung hangat bersama keluarga besar di rumah masing-masing.
Salah satunya dilakukan keluarga Hengki (55), pemilik Toko Sahabat. Pada momen Imlek tahun ini, ia menggelar acara makan bersama di rumah orang tuanya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Hengki menuturkan, tahun ini terasa istimewa karena sejumlah saudaranya yang berbisnis di luar kota bisa pulang kampung untuk merayakan Imlek bersama di Pagar Alam.
“Imlek tahun ini saya bersyukur semua saudara jauh saya bisa pulang kampung berkumpul di rumah papa,” ujarnya, Selasa (17/02).
Keluarga Hengki sendiri telah enam generasi menetap dan berbisnis di Pagar Alam. Baginya, kota tersebut bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan sudah menjadi kampung halaman yang diwariskan turun-temurun.
Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupan warga Tionghoa di Pagar Alam berjalan harmonis dengan masyarakat lokal. Hubungan sosial terjalin erat, bahkan tidak sedikit yang membangun ikatan keluarga melalui pernikahan dengan warga setempat.
“Momen Imlek seperti sekarang banyak warga Pagar Alam yang menyampaikan ucapan selamat tahun baru ke kami. Ini membuktikan bahwa kehidupan kami di sini sangat diterima dengan baik,” katanya.
Perayaan Imlek yang digelar sederhana ini menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antarwarga. Di tengah keberagaman, masyarakat Pagar Alam menunjukkan bahwa keharmonisan dapat terus terjaga melalui saling menghormati dan menjaga persaudaraan.[TFK]

