RELUNG.ID – Ramadan di Palembang tak hanya identik dengan suasana religius dan tradisi berbagi, tetapi juga semarak perburuan takjil jelang waktu magrib. Di antara deretan kudapan manis dan gorengan, satu menu berat justru kerap mencuri perhatian: mi celor.
Kuliner khas Kota Pempek ini bukan sekadar makanan pengganjal lapar. Di balik kuah santannya yang kental dan gurih, tersimpan jejak sejarah panjang yang konon berakar sejak masa Kerajaan Sriwijaya. Dulu, mi celor dipercaya menjadi sajian istimewa yang hanya dinikmati kalangan bangsawan dan raja. Kini, hidangan tersebut dapat dengan mudah ditemui di berbagai sudut Palembang, terutama saat bulan puasa.
“Dulunya mie celor hanya disantap para raja. Tapi sekarang sudah jadi makanan yang dinikmati masyarakat, apalagi saat bulan puasa,” ujar Yustina, pemilik Dapur Yustina, salah satu penjual mi celor di Palembang.
Berbeda dari kebanyakan takjil yang bercita rasa manis, mi celor justru menawarkan sensasi gurih dan ‘gemuk’ dari kuah santan yang dipadukan dengan kaldu udang. Tekstur mi yang lembut disajikan dengan tauge segar, irisan telur, tomat, dan taburan bawang goreng, menjadikannya sajian komplet untuk membatalkan puasa setelah seharian menahan lapar.
Tak hanya soal rasa, mi celor juga menyimpan akulturasi budaya. Hidangan ini kerap disebut sebagai perpaduan kuliner Melayu dan Tionghoa, terlihat dari teknik penyajiannya. Mi diseduh atau dicelupkan ke air panas sebelum disiram kuah santan berbumbu halus, menciptakan cita rasa khas yang sulit ditandingi.
Yustina menilai mi celor sangat cocok menjadi menu berbuka karena mengenyangkan sekaligus menghadirkan rasa nyaman di perut.
“Mi Celor ini cocok dijadikan menu berbuka puasa, karena cita rasanya gurih dan enak,” katanya.[THQ]
Bagi masyarakat yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, resep mi celor terbilang sederhana, ala Dapoer Yustina.
Bahan mi:
- Mi kuning
- Tauge atau kecambah
Bumbu kuah:
- Bawang merah
- Bawang putih
- Ketumbar
- Lada
- Cabai merah
- Santan kelapa
- Garam
- Gula
- Penyedap rasa
- Udang
Bahan pelengkap:
- Telur
- Tomat
- Bawang goreng
- Daun bawang
Cara membuat kuah:
Semua bumbu dihaluskan, lalu ditumis hingga harum. Tambahkan gula, garam, penyedap rasa, serta udang sesuai selera. Santan dipanaskan di panci terpisah, kemudian masukkan bumbu tumis ke dalamnya sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Setelah matang, masukkan irisan daun bawang.
Untuk penyajian, mi yang telah dicelupkan ke air panas ditata di mangkuk, lalu disiram kuah santan panas. Tambahkan tauge, telur, tomat, dan taburan bawang goreng di atasnya.
Dari hidangan eksklusif kerajaan hingga menjadi menu favorit takjil Ramadan, mi celor membuktikan bahwa kuliner tradisional mampu bertahan melintasi zaman. Di tengah derasnya makanan modern, sajian khas ini tetap menjadi simbol cita rasa lokal yang tak lekang oleh waktu.

