Menanggapi keresahan tersebut, pemerintah daerah bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.
Tim gabungan yang terdiri dari Disperindag, Satreskrim, Ekobang, Dinas Kesehatan, dan Satpol-PP melakukan penyisiran ke enam titik ritel modern (4 Indomaret dan 2 Alfamart) di wilayah Empat Lawang.
Hasilnya, petugas memastikan bahwa kualitas bahan pokok yang dijual memenuhi standar kesehatan. Selain kualitas, tim juga memantau stabilitas harga.
Berdasarkan data di lapangan, seluruh harga bahan pokok terpantau normal dan tidak ada yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Isu ini bermula dari unggahan salah satu akun Facebook pada Minggu (03/02/2026). Dalam video berdurasi hampir empat menit tersebut, ia menunjukkan telur dengan kuning yang kenyal seperti karet dan cangkang yang pecah terlalu rapi, lalu menyebutnya sebagai telur bodong.
Plt Kepala Disperindag Empat Lawang, Haniran, secara tegas membantah klaim dalam video tersebut setelah melakukan pengecekan langsung.
“Mengenai video viral beberapa waktu lalu yang menyatakan adanya telur palsu, pihak kami sudah cek dan itu tidak ada. Bisa dipastikan kabar telur palsu di Empat Lawang itu hoaks,” ujar Haniran.
Pemerintah mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya di media sosial.
Secara ilmiah, perubahan tekstur telur sering kali dipengaruhi oleh faktor penyimpanan atau suhu, bukan karena telur tersebut palsu atau buatan pabrik. (SLM)

