RELUNG.ID – Kantor Kementrian Haji dan Umrah Lubuklinggau telah mengumpulkan 7 travel penyelenggera ibadah umrah di Lubuklinggau.
Hal ini dilakukan guna menyampaikan imbauan terkait keberangkatan umrah, menyusul perang di Timur Tengah.
Demikian diakui oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah kota Lubuklinggau, Mahmudan, Rabu (4/3/2026).
“Kalau yang akan berangkat untuk mempertimbangkan keberangkatan,” kata Mahmudan.
Selain itu pihak juga dalam kesempatan tersebut sekaligus melakukan konfirmasi jumlah jemaah umroh asal Lubuklinggau yang saat ini sudah berada di tanah suci.
Menurutnya, untuk beberapa travel jemaahnya maish ada yang berada di tanah suci.
“Yang dari 42, yang 5 ditunda kepulangan dan besok baru balik. Tadinya harusnya tanggal 28 Februari, karena kejadian Timur Tengah ditunda di tanggal 5 Maret baru pulang ke indonesia,” ujarnya.
“Nah yang 37 orang sisanya ini memang belum waktunya balik dan menunggu jadwal balik, mereka sekarang masih ibadah,” timpalnya.
Ditanya apabila perang di timur tengah akan berlangsung lama dan bagaimana ke 37 orang jemaah umroh tersebut pulang ke Indonesia, Mahmudan mengatakan hal itu wewenang dari pihak maskapai.
“Itu wewenang pihak maskapai, apakah pihak maskapai menunda atau tidak. Kan informasi dari Menteri Dalam Negeri Arab Saudi yang penerbangan dari Jakarta langsung Jeddah dan Madinah, itu kan yang tidak melewati rute konflik, on schedule. Nah yang transit seperti ke Abu Dhabi yang rute konflik, nah itu ditunda,” ungkapnya.
Saat ini kata Mahmudan, ada 151 calon jemaah umroh Lubuklinggau yang dalam waktu dekat akan berangkat pergi umroh. Namun sampai saat ini sambungnya, dari pihak travel umroh menyampaikan bahwa belum ada yang akan menunda.
“Karena dari pihak maskapai masih on schedule. Kecuali dari maskapai itu menunda penerbangan ya ditunda. Karena sampai sekarang dari pihak maskapai itu masih on schedule,” terangnya.
“Kita sudah sampaikan imbauan dari Menteri Luar Negeri maupun Menteri Haji dan Umroh sudah kita sampaikan. Kalau memang pihak maskapai tidak menunda, ya kembali ke pihak travel masing-masing,” katanya.
Adapun jadwal ke 151 orang calon jemaah umroh yang akan berangkat tersebut menurutnya, ada yang hari ini berangkat ke Jakarta lalu keesokannya terbang ke Jeddah.
Kemudian ada juga yang berangkat di tanggal 8 Maret nanti dan di tanggal 24 Maret.
“Yang hari ini informasi yang disampaikan berangkat ke Jakarta sebanyak 75 orang, karena yang berangkat hari ini , itu maskapainya langsung Jakarta – Jeddah sesuai dengan yang ditegaskan Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi itu bahwa untuk yang langsung Jeddah itu on schedule. Karena mereka menyampaikan bahwa situasi keamanan di negara Arab Saudi tetap aman dan terkendali,” pungkasnya. (NSR)

