RELUNG.ID – Program dakwah “Kultum dari Relung” yang digelar Relung Media kembali menghadirkan tausiyah inspiratif di bulan suci Ramadan. Kali ini, ceramah disampaikan oleh tokoh masyarakat Sumatera Selatan, Ustadz Dr. H. Donny Meilano, S.H.I, M.Sy, dengan tema “Ramadhan Membentuk Potensi Diri Lebih Baik.”
Dalam tausiyahnya, Ustadz Donny Meilano mengajak umat Islam untuk senantiasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan suci Ramadan, bulan yang sangat dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.
“Alhamdulillah kita sudah berada di bulan suci Ramadan, bulan yang selalu ditunggu-tunggu umat Islam. Bahkan jauh sebelum Ramadan datang, umat Islam sudah berdoa agar dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sering dibaca ketika memasuki bulan Rajab, yaitu memohon keberkahan pada bulan Rajab dan Syakban serta berharap dipertemukan dengan Ramadan.
“Doanya adalah Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadan. Alhamdulillah Rajab sudah kita lalui, Syakban juga telah selesai, dan kini Allah mempertemukan kita dengan Ramadan. Artinya doa-doa kita diijabah oleh Allah,” jelasnya.
Menurutnya, ketika sudah memasuki Ramadan, umat Islam harus mempersiapkan diri dengan baik karena Ramadan merupakan madrasah atau tempat pendidikan jiwa dan mental bagi setiap Muslim.
“Ramadan adalah madrasah, tempat kita melatih jiwa, melatih mental, agar lahir pribadi-pribadi yang kuat dan siap menghadapi kehidupan,” katanya.
Ia menambahkan, selama Ramadan umat Islam didorong untuk memperbanyak ibadah, mulai dari puasa di siang hari, salat tarawih dan qiyamulail pada malam hari, membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, hingga berbagi kepada sesama melalui kegiatan berbuka puasa dan berbagi takjil.
“Magnet ibadah di bulan Ramadan sangat terasa. Umat Islam ramai-ramai melaksanakan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, serta berbagai kegiatan sosial,” ujarnya.
Ustadz Donny juga mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa kewajiban puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman dengan tujuan agar mereka menjadi pribadi yang bertakwa.
“Dalam ayat tersebut Allah memulai dengan kalimat Ya ayyuhalladzina amanu. Artinya ini adalah undangan khusus bagi orang-orang yang beriman,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa tujuan utama puasa Ramadan adalah membentuk ketakwaan dalam diri setiap Muslim.
“Di akhir ayat disebutkan la’allakum tattaqun, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa. Inilah tujuan utama puasa,” katanya.
Menurutnya, dalam diri manusia terdapat dua potensi yang saling berlawanan, yaitu potensi kebaikan dan potensi keburukan. Ramadan hadir untuk menguatkan potensi kebaikan tersebut.
“Dalam diri manusia ada potensi buruk dan potensi baik. Ramadan hadir untuk melatih kita agar potensi kebaikan lebih dominan sehingga kita menjadi pribadi yang bertakwa,” tuturnya.
Melalui kultum tersebut, Ustadz Donny berharap Ramadan dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
“Mudah-mudahan Ramadan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk mengarahkan seluruh potensi diri menjadi manusia yang lebih baik dan bertakwa,” pungkasnya. (KPB)

