RELUNG.ID – Menghadapi masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menyiapkan puluhan armada kereta api guna memastikan kelancaran transportasi penumpang dan barang di wilayah Sumatera bagian selatan.
Sebanyak 65 lokomotif dan 44 unit kereta telah disiapkan untuk mendukung operasional selama periode mudik. Armada tersebut terdiri dari 7 unit lokomotif CC 201, 30 unit CC 204, dan 28 unit CC 206.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan kesiapan sarana tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjamin perjalanan kereta api tetap aman, andal, dan nyaman selama masa angkutan Lebaran.
“Perawatan sarana menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api. Dengan sarana yang terawat sesuai standar, potensi gangguan teknis dapat diminimalkan,” ujarnya.
Selain lokomotif, KAI Divre III Palembang juga menyiapkan 44 unit kereta yang terdiri dari 14 kereta kelas eksekutif (K1), 8 kereta bisnis (K2), 12 kereta ekonomi (K3), 2 kereta makan (M1), 4 kereta pembangkit (P), 3 kereta bagasi (KMP3), serta 1 kereta pembangkit tambahan (MP2).
Untuk menjaga kesiapan armada, perawatan sarana dilakukan secara rutin dan terjadwal. Pemeriksaan meliputi berbagai komponen vital, mulai dari sistem pengereman, roda, bogie, hingga alat perangkai (coupler) yang berfungsi menjaga kekuatan sambungan antar kereta.
Divre III Palembang juga didukung sejumlah fasilitas perawatan, di antaranya dua depo lokomotif yang berada di Kertapati dan Tanjung Enim Baru, satu depo kereta di Kertapati, serta tiga depo gerbong di Simpang, Muara Gula, dan Tanjung Enim Baru.
Selain perawatan teknis, KAI juga mengembangkan sistem pemantauan berbasis digital. Melalui aplikasi mobile dan dashboard berbasis web, proses perawatan sarana dapat dipantau secara real-time sehingga setiap armada tetap dalam kondisi optimal sebelum dioperasikan.
Sebagai langkah antisipasi kondisi darurat, KAI Divre III Palembang juga menyiapkan peralatan rerailing jack equipment yang digunakan untuk proses evakuasi jika terjadi anjlokan di jalur rel.
Aida menegaskan seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
“Melalui kesiapan sarana dan perawatan yang menyeluruh, kami ingin memastikan masyarakat dapat bepergian dengan kereta api secara aman dan nyaman selama periode Lebaran,” katanya. (KPB)

