RELUNG.ID – Penjualan tiket kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus meningkat. Hingga Kamis (12/3/2026), total tiket yang telah terjual mencapai 91.628 lembar.
Executive Vice President KAI Divre III Palembang, Januri mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi penjualan untuk sejumlah perjalanan kereta di wilayah operasional Divre III.
“Sebanyak 65.615 tiket terjual untuk KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau, KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau, serta KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang. Sedangkan untuk KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati tercatat 25.653 tiket,” kata Januri, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, tingginya angka penjualan dipengaruhi sistem tiket parsial yang memungkinkan satu kursi digunakan lebih dari satu penumpang dengan relasi perjalanan berbeda.
KAI mencatat, permintaan tertinggi terjadi pada jadwal keberangkatan H-3 dan H-2 Lebaran atau pada 18 dan 19 Maret 2026. Pada tanggal tersebut tingkat okupansi penumpang mencapai 117 persen.
“Angka okupansi bisa melampaui 100 persen karena adanya penumpang dengan tiket parsial. Artinya satu kursi dapat ditempati lebih dari satu penumpang dengan tujuan perjalanan berbeda,” jelasnya.
Untuk menghadapi lonjakan penumpang selama masa mudik, KAI Divre III Palembang menyiapkan total 65.560 tempat duduk atau rata-rata 2.980 kursi per hari.
Kapasitas tersebut disediakan untuk tiga perjalanan kereta api yang beroperasi di wilayah Divre III Palembang, yakni KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau, KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang, serta KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau.
Selain menyiapkan kapasitas tempat duduk, KAI Divre III Palembang juga membuka Posko Angkutan Lebaran yang dimulai Jumat (13/3/2026) di Stasiun Kertapati.
Posko ini digelar setelah sebelumnya dilakukan Apel Gelar Pasukan sebagai tanda dimulainya masa siaga pelayanan mudik kereta api.
KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Sedangkan masa operasional posko berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Selama periode tersebut, KAI Divre III Palembang menyiapkan berbagai langkah untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan penumpang.
Persiapan dilakukan mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga peningkatan pengamanan di stasiun dan jalur kereta api.
Sebanyak 415 personel pengamanan disiagakan untuk mendukung operasional Angkutan Lebaran. Personel tersebut terdiri dari Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), tenaga keamanan internal, personel TNI/Polri hingga petugas pengamanan swakarsa.
Petugas pengamanan akan ditempatkan di stasiun, di atas kereta api, serta melakukan patroli sepanjang jalur rel yang dinilai rawan gangguan keamanan.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” kata Januri. (rilis)

