RELUNG.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Ogan Komering Ilir (OKI) terus meningkatkan pengawasan angkutan barang yang melintas di wilayah Kabupaten OKI selama musim libur lebaran Idul Fitri 2026.
Pengawasan yang dilakukan yakni pengecekan volume angkutan. Serta, dengan melakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang yang melintas.
Hal ini diungkapkan Kabid Lalulintas Dishub OKI, Alex Sabirin, Jumat (13/3/2026).
Dia menjelaskan, pembatasan operasional angkutan barang pada masa angkutan lebaran diberlakukan secara kontinyu mulai tanggal 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat hingga tanggal 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.
“Pengaturan pembatasan jam operasional ini berlaku baik di jalan tol maupun jalan non tol atau arteri,” tegasnya.
Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan serta mencegah kepadatan arus kendaraan yang dapat menyebabkan kemacetan serta ketidaknyamanan para pemudik.
Alex menyebutkan, pemberlakuan pembatasan operasional angkutan barang di ruas jalan tol wilayah Sumsel antara lain, Jambi dan Sumatera Selatan: Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi (segmen Bayung Lencir – Tempino – Simpang Ness).
“Sementara kendaraan yang masuk jalur Lampung dan Sumatera Selatan, yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung – Palembang,” ujarnya.
Namun, tidak semua kendaraaan angkutan barang yang dibatasi melintas. Beberapa kendaraan dikecualikan dari pembatasan atau tetap bisa beroperasi dengan sumbu 3 ke atas, yaitu yang mengangkut BBM/BBG, hewan ternak, pupuk, bantuan bencana alam, serta barang pokok dengan syarat kendaraan yang digunakan tidak lebih muatan.
“Tentunya dimensi tidak aturan yang berlaku dan menunjukan dengan dokumen kontrak/perjanjian antara pemilik barang dengan pengusaha angkutan,” jelas Alex.
Selain itu, Dishub OKI juga berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam pengamanan arus liburan lebaran.
Sebanyak 30 personel ditugaskan dalam pengamanan termasuk di dua posko yang didirikan Pemkab OKI. “Pos Pelayanan ada di depan gerbang Tol Celikah dan Pos Pengamanan ada di Tugumulyo,” pungkasnya. (HWJ)

