RELUNG.ID – Momen Lebaran 2026 menjadi penuh haru bagi penyanyi Denada. Ia akhirnya merayakan Hari Raya bersama putranya, Ressa Rizky Rossano, setelah konflik panjang yang sempat menyita perhatian publik.
Dalam momen tersebut, Denada tampak memeluk erat Ressa. Kebahagiaan sekaligus haru terpancar dari pertemuan ibu dan anak yang sempat terpisah selama puluhan tahun.
Momen itu dibagikan oleh manajer Denada, Risna Ories, melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Selasa (24/3/2026). Tak hanya dengan Ressa, Denada juga terlihat memeluk Ratih Puspita Dewi, sosok yang selama ini mengasuh Ressa.
Tangis haru pun tak terbendung dalam pertemuan tersebut.
Sebelumnya, hubungan Denada dan Ressa sempat menjadi sorotan publik setelah pria berusia 24 tahun itu menggugat sang penyanyi ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada November 2025.
Gugatan tersebut terkait dugaan penelantaran anak, dengan tuntutan ganti rugi hingga Rp7 miliar. Dalam proses itu, terungkap bahwa Ressa merupakan anak kandung Denada.
Denada kemudian memberikan klarifikasi dan mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa merawat sang anak sejak bayi.
“Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena tidak hidup bersama saya sejak kecil. Saat itu kondisi psikis saya tidak memungkinkan,” ujar Denada.
Pertemuan antara Denada dan Ressa sebelumnya juga berlangsung emosional. Keduanya saling meluapkan perasaan yang selama ini terpendam.
“Alhamdulillah mereka happy. Saling meluahkan rasa, saling peluk. Dikit-dikit nangis,” ungkap Risna Ories.
Ia menyebut, pertemuan tersebut menjadi momen pelepasan beban bagi Denada yang selama ini dipendam bertahun-tahun.
“Lega sekali, karena ini beban yang disimpan lama akhirnya bisa dilepas,” tambahnya.
Kini, hubungan keduanya berangsur membaik. Momen Lebaran ini menjadi simbol awal baru bagi Denada dan Ressa untuk membangun kembali hubungan sebagai ibu dan anak.
Di tengah suasana penuh haru, pelukan yang terjalin menjadi bukti bahwa ikatan keluarga tetap bisa menemukan jalannya, meski sempat terpisah oleh waktu dan keadaan.[YKP]

