RELUNG.ID – Gelombang protes mendatangi Mapolres Empat Lawang pada Selasa (24/3/2026) siang.
Sedikitnya 120 warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Babatan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran, menuntut keadilan atas penangkapan salah satu warga mereka, Jimi Suganda, yang dinilai janggal dan penuh kekerasan.
Massa tiba sekitar pukul 11.30 WIB dengan pengawalan ketat. Menggunakan iring-iringan 12 unit mobil pickup, satu truk, dan puluhan sepeda motor, warga langsung memadati depan Mapolres untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui orasi terbuka.
Koordinator Lapangan, Ardi, dalam orasinya menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah bentuk protes atas prosedur penangkapan Jimi Suganda yang dianggap menabrak aturan.
“Kami menuntut pembebasan Jimi Suganda! Kami menilai penangkapan ini tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” teriak Ardi di tengah massa.
Tak hanya soal prosedur penangkapan, massa juga menyoroti adanya dugaan tindakan represif oleh oknum anggota Polres Empat Lawang.
Perwakilan massa, Arif Budiman, SH, mendesak agar pihak kepolisian bertindak transparan dan menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Ada tiga poin utama yang menjadi tuntutan warga. Pnyelidikan internal mengusut oknum polisi yang diduga melakukan kekerasan saat penangkapan.
Meminta sanksi bagi pelanggar dan permohonan maaf terbuka kepada keluarga korban dan menjamin proses penyidikan berjalan tanpa intimidasi fisik.
Penasihat hukum keluarga, Rendy, SH, menyatakan tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan pihaknya siap mengambil langkah hukum yang lebih tinggi. “Kami akan menempuh jalur praperadilan untuk menguji sah atau tidaknya penangkapan ini,” tegasnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kasi Binmas Polres Empat Lawang, AKP M. Faizal, menemui massa dan menyatakan bahwa aspirasi warga telah diterima untuk ditindaklanjuti ke tingkat pimpinan.
“Aspirasi sudah kami terima. Terkait dugaan pelanggaran oleh personel, proses internal saat ini sedang berjalan,” ujar AKP M Faizal.
Ia juga mengapresiasi massa yang menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. Setelah satu jam menyuarakan tuntutan, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
Meski bubar, warga berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga Jimi Suganda mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. (SLM)

