RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mulai menaruh perhatian serius pada pengelolaan limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini ditandai dengan rapat koordinasi yang digelar pada Senin, (9/2/2026), di ruang rapat Madani Setda Empat Lawang.
Rapat tersebut menjadi sinyal tegas bahwa program MBG tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan prinsip kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Ketua Satuan Tugas MBG Empat Lawang, Iwan Mike Wijaya, memimpin langsung jalannya rapat. Ia menyoroti potensi persoalan serius jika limbah sisa makanan dan kemasan tidak dikelola dengan baik.
“Limbah MBG bukan hal sepele. Jika tidak ditangani serius, bisa memicu pencemaran, bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan, program MBG harus memberi manfaat menyeluruh. Tidak hanya meningkatkan status gizi penerima, tetapi juga memastikan lingkungan tetap bersih dan aman.
Karena itu, pengelolaan limbah diminta dirancang secara sistematis—mulai dari pemilahan di sumber, pengangkutan, hingga pemanfaatan kembali limbah agar tidak menjadi beban baru.
Iwan juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi lintas sektor. Tanpa kolaborasi yang kuat, pengelolaan limbah berisiko tidak berjalan optimal di lapangan.
“Semua pihak harus terlibat. Ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi bagaimana kita mengelola dampaknya secara bertanggung jawab,” ujarnya. (SLM)

