RELUNG.ID – Negara bagian California tengah menyelesaikan proyek jembatan penyeberangan satwa liar terbesar di dunia yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan maupun pejalan kaki.
Proyek bernilai US$19 juta atau setara Rp319 miliar ini diberi nama Wallis Annenberg Wildlife Crossing dan dirancang khusus untuk membantu hewan melintasi jalan bebas hambatan US Route 101 yang membentang antara Calabasas dan Westlake Village.
Pembangunan jembatan dimulai pada 2022. Gubernur California Gavin Newsom baru-baru ini mengumumkan bahwa proyek tersebut telah menerima pendanaan penuh untuk tahap penyelesaian.
Jika sesuai jadwal, jembatan ini ditargetkan rampung pada musim gugur tahun ini.
Saat ini, struktur jembatan masih dalam tahap pembangunan dan belum terhubung sepenuhnya ke kedua sisi jalan raya.
Setelah selesai, jembatan ini akan menghubungkan kawasan lindung di Pegunungan Santa Monica dan Pegunungan Sierra Madre, menciptakan koridor alami bagi satwa liar.
Jembatan tersebut akan ditutupi vegetasi asli agar menyatu dengan lanskap sekitar. Desainnya dibuat menyerupai habitat alami sehingga hewan tidak merasa terganggu saat melintas.
Menurut pihak pengelola proyek, jembatan ini akan membantu berbagai spesies, mulai dari singa gunung, serigala, dan kucing hutan, hingga rusa ekor hitam, kelinci ekor kapas gurun, serta hewan kecil seperti ular, kadal, dan katak.
Selain menjaga kelangsungan habitat, proyek ini juga bertujuan mengurangi tabrakan antara satwa liar dan kendaraan di ruas jalan bebas hambatan yang memiliki hingga 10 lajur.
Data dari University of California, Davis mencatat bahwa setiap tahun lebih dari 48.000 rusa dan sekitar 100 singa gunung tewas akibat tertabrak kendaraan di California.
Pada 2024, jumlah rusa yang mati akibat tabrakan bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan yang mati karena perburuan.
Dampak ekonomi dari tabrakan tersebut juga signifikan. UC Davis memperkirakan kerugian akibat kecelakaan antara kendaraan dan satwa liar di California mencapai lebih dari US$200 juta per tahun.
Dengan kehadiran jembatan ini, pemerintah berharap dapat melindungi keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (LWM)

