PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Pendopo mencatat hingga saat ini masih banyak pelanggan listrik di PALI yang menunggak tagihan, dengan total tunggakan mencapai Rp1,6 miliar.
“Ada yang menunggak selama satu bulan, bahkan sampai dua bulan,” kata Manager PLN ULP Rayon Pendopo, Iman Aswilton, Jumat (25/11).
Dia pun merincikan, total pelanggan yang menunggak lebih dari dua bulan atau berjalan tiga bulan yakni mencapai 1.956 pelanggan. Sedangkan, yang menunggak satu bulan lebih yaitu mencapai 12.296 pelanggan, dengan total tunggakan yakni mencapai Rp1,6 miliar.
“Saat ini kami terus melakukan sosialisasi melalui media sosial dan menurunkan petugas ke lapangan untuk mengingatkan pelanggan membayar listrik tepat waktu,” terangnya.
Sosialisasi yang dilakukan dengan cara pendekatan dengan Pemdes dan BPD, serta meminta dukungan dan koordinasi dengan stakeholder atau Pemkab, mengingat 10 persen taglis dari yang dibayarkan pelanggan jadi PAD untuk Pemkab setempat.
Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa saat ini pengguna KWH (meteran, red) pasca bayar cukup banyak dari pada pengguna KWH prabayar, dengan rincian 60 persen sudah menggunakan pasca bayar, dan 40 persen menggunakan meteran token atau prabayar.
“Nantinya yang dapat dimasukkan pada APD itu saat dilakukan pembayaran, pungkasnya.

