RELUNG.ID — Pemerintah bersiap melanjutkan tahapan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai 2026. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transformasi pusat pemerintahan, seiring kesiapan infrastruktur yang dinilai semakin matang.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan sedikitnya 4.100 ASN akan dipindahkan secara bertahap hingga 2028. Target tersebut mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2024 yang mengatur indikator pembangunan dan tahapan pemindahan.
“Pemindahan ASN sudah harus mulai lagi pada 2026 dan berlangsung hingga 2028,” ujar Basuki saat berada di kawasan IKN, Kalimantan Timur, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, proses teknis pemindahan saat ini tengah difinalisasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Bahkan, menurutnya, kesiapan fasilitas di IKN membuat pembahasan percepatan pemindahan semakin intensif di tingkat pemerintah pusat.
Basuki menyebut, Menteri PANRB berencana melaporkan langsung perkembangan tersebut kepada Presiden guna memastikan tahapan pemindahan dapat berjalan sesuai target, bahkan berpotensi dipercepat.
Di sisi lain, koordinasi dengan legislatif juga telah dilakukan. Ia menyebut pembahasan terkait pemindahan ASN telah melibatkan Komisi II DPR RI, yang membidangi urusan pemerintahan dalam negeri dan aparatur negara.
Hingga saat ini, sebanyak 2.200 ASN diketahui telah lebih dulu bertugas di IKN. Jumlah tersebut merupakan tahap awal dan tidak termasuk dalam target tambahan 4.100 ASN yang akan dipindahkan dalam periode 2026–2028.
Dengan berlanjutnya pemindahan ASN, pemerintah berharap aktivitas pemerintahan di IKN dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mempercepat peran Nusantara sebagai pusat administrasi negara yang baru.

