Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Jejak Kaki Harimau Ditemukan di Kuto Batu Muratara, BKSDA Sumsel Minta Warga Waspada
Regional

Jejak Kaki Harimau Ditemukan di Kuto Batu Muratara, BKSDA Sumsel Minta Warga Waspada

alwiBy alwi25/04/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Jejak kaki harimau yang ditemukan di area perkebunan warga. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Teror harimau menghantui warga di Desa Kuto Batu Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Pasalnya, dalam kurun waktu empat bulan terakhir setidaknya ada 10 hewan ternak kerbau yang diduga diserang serta temuan jejak kaki harimau di area perkebunan warga.

Baca juga :   Jadwal Imsyakiyah Hari ke 25 Ramadhan untuk Wilayah Palembang

Menanggapi hal tersebut, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel telah meninjau langsung lokasi untuk memastikan kejadian ini.

“Kita sudah dapat informasi itu, tim sudah meninjau dan mengecek kesana. Kemungkinan besar benar itu (jejak kaki harimau). Karena itu juga dekat dengan lokasi TNKS. Jadi kemungkinan itu harimau dari TNKS,” kata Kepala BKSDA Sumsel, Yusmono, Sabtu, (25/4/2026).

Dijelaskan, lokasi tersebut memang dekat dengan tempat habitat harimau di TNKS. Sehingga dengan adanya kejadian itu kemungkinan kondisi di tempat habitatnya di TNKS sudah banyak terjadi gangguan.

Baca juga :   895 Warga Buat Ak-1, Cari Kerja Hingga ke Jawa

“Bisa jadi memang kondisi di TNKS sudah banyak terjadi gangguan seperti pembukaan atau perburuan disana, sehingga habitatnya agak terganggu, sehingga dia cari makanan keluar dari kawasan,” ujarnya.

Yusmono mengimbau kepada masyarakat agar tidak merusak hutan TNKS dengan cara dirambah. Sebab itu merupakan salah satu dampaknya apabila melakukan perusakan terhadap kawasan hutan Taman Nasional atau hutan konservasi.

“Agar satwa-satwa yang dimakan harimau itu bisa tetap ada, sehingga harimau tidak mencari makan keluar,” timpalnya.

Baca juga :   Lagi, Beruang Muncul dan Mengacak Tanaman di Kebun Warga Lubuklinggau

Selain itu ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di kebun. Apalagi saat sore, malam dan pagi hari.

“Itu jangan beraktivitas diluar ataupun dikebun. Sebab kejadiannya itu kan diluar yakni dikebun warga dan harimaunya itu kemungkinan dari TNKS. Dan kalau melihat dari jejaknya kemungkinan satu ekor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kuto Tanjung, Ahmad Syukri mengaku, dalam kurun waktu sekitar 4 bulan terakhir dilaporkan sedikitnya sudah ada 10 hewan ternak kerbau milik warga yang diduga telah diserang harimau. Dimana dari jumlah itu, 8 ekor mati dan 2 lainnya luka-luka.

Baca juga :   Kasus Keracunan SDN 178, Wali Kota Palembang Instruksikan Hentikan Sementara Layanan MBG Bermasalah

Terakhir kata Kades, tepatnya pada Jumat, 24 April 2026, seekor kerbau milik seorang warga diduga diterkam harimau. Namun kondisi ternak milik warga tersebut ditemukan dan kondisinya tidak sampai mati.

“Secara keseluruhan, 8 kerbau mati dimangsa, sementara 2 lainnya luka-luka,” pungkasnya. (NSR)

BKSDA Sumsel Harimau Kuto Batu Muratara TNKS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRugikan Ratusan Juta, Polda Sumsel Selidiki Insiden Tongkang Batubara Hantam Rumah Warga di Sungai Musi
Next Article Tepis Isu Malpraktik, Kuasa Hukum Rumah Sirih Pastikan Praktik Sesuai Aturan
alwi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,980 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,851 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,824 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?