RELUNG.ID- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), menggantikan Angga Raka Prabowo. Sebelumnya, Qodari menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 15 Oktober 1973 ini dikenal luas sebagai pengamat politik dan peneliti yang kerap tampil di berbagai media nasional. Analisisnya sering menjadi rujukan dalam membaca dinamika politik Tanah Air.
Secara akademis, Qodari memiliki latar belakang yang kuat. Ia menempuh pendidikan strata satu (S-1) di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi magister (S-2) di University of Essex, Inggris. Gelar doktor (S-3) diraihnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada pada 2016 dengan predikat sangat memuaskan.
Dalam disertasinya, Qodari mengkaji fenomena perilaku pemilih melalui riset bertajuk Split-Ticket Voting dan Faktor-faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014.
Karier profesionalnya dimulai sebagai peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada periode Mei 1999 hingga September 2001. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman di dunia penyiaran sebagai pembawa acara program “Negeri Setengah Demokrasi” dan “Suara Rakyat” di salah satu stasiun televisi swasta.
Di bidang jurnalistik, Qodari pernah menjabat sebagai Chief Editor Majalah Kandidat, Campaign and Election Magazine pada 2003 hingga 2005.
Namanya semakin dikenal saat berkiprah di industri survei. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Riset di Lembaga Survei Indonesia (2003–2005), lalu menjadi Wakil Direktur Eksekutif di Lingkaran Survei Indonesia hingga 2006.
Pada November 2006, Qodari mendirikan lembaga survei independen Indo Barometer dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif. Melalui lembaga tersebut, ia semakin dikenal sebagai salah satu analis politik berpengaruh di Indonesia.
Penunjukan Qodari sebagai Kepala Bakom RI diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah kepada publik, seiring pengalaman panjangnya di bidang riset, media, dan analisis politik.[YKP]

