Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»PDIP Kritik Usulan Pindah Gerbong Wanita KRL: Bukan Solusi Utama
Regional

PDIP Kritik Usulan Pindah Gerbong Wanita KRL: Bukan Solusi Utama

RiyadiBy Riyadi29/04/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana usai tabrakan KRL- KA, para penumpang hendak keluar dari jendela. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Kapoksi Fraksi PDIP Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengkritik usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait pemindahan gerbong wanita KRL ke tengah rangkaian pasca kecelakaan maut di Bekasi Timur.

Menurut Selly, usulan tersebut sebaiknya dipahami sebagai langkah mitigasi sementara, bukan solusi utama dalam menjamin keselamatan penumpang kereta.

“Usulan Menteri PPPA untuk memindahkan gerbong perempuan ke tengah rangkaian patut dipahami sebagai respons cepat berbasis mitigasi risiko, bukan sebagai solusi final atas persoalan keselamatan transportasi publik,” ujarnya, Rabu (28/4/2026).

Baca juga :   Diguyur Hujan Deras, Pohon Tumbang Tutup Separuh Jalinteng Empat Lawang

Ia menegaskan, persoalan mendasar bukan terletak pada posisi gerbong, melainkan pada sistem keselamatan perkeretaapian yang harus mampu melindungi seluruh penumpang tanpa terkecuali.

“Tidak boleh berhenti pada relokasi gerbong semata. Akar persoalannya adalah sistem keselamatan yang harus menjamin semua penumpang, baik perempuan maupun laki-laki, terlindungi secara setara,” tegasnya.

Selly juga mengingatkan agar kebijakan perlindungan perempuan tidak menimbulkan persepsi adanya pemindahan risiko kepada kelompok lain.

Baca juga :   PDIP Tegaskan Posisi Partai Penyeimbang, Singgung Sikap Partai Koalisi

“Keselamatan publik tidak boleh berbasis siapa yang ditempatkan sebagai tameng risiko. Jangan sampai perlindungan perempuan justru dibangun dengan logika pengorbanan pihak lain,” katanya.

Sebagai respons atas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang, PDIP mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi kereta.

Evaluasi tersebut mencakup sistem persinyalan, mitigasi tabrakan, prosedur darurat, hingga desain perlindungan penumpang saat terjadi kecelakaan.

Baca juga :   Hubungan Memanas, Puan Minta Sudahi Saja, Jokowi: Yang Mulai Dulu Siapa?

“Jika sistemnya aman, posisi gerbong tidak menjadi isu utama,” ujar Selly.

Selain itu, ia menekankan bahwa keberadaan gerbong wanita harus tetap dimaknai sebagai upaya memberikan rasa aman dari potensi pelecehan dan kekerasan di ruang publik, bukan sekadar persoalan posisi fisik.

Selly juga mendorong penguatan standar keamanan, seperti penyediaan sistem darurat (panic system), kesiapan petugas respons cepat, desain evakuasi yang baik, serta protokol keselamatan berbasis gender.

Baca juga :   Ojol Palembang Gelar Aksi Solidaritas untuk Affan: Kami Tak Ingin Ada Affan yang lain

“Yang dibutuhkan bukan sekadar memindahkan gerbong wanita ke tengah, tetapi memastikan tidak ada gerbong yang menjadi zona berisiko tinggi. Ujung aman, tengah aman, seluruh rangkaian aman,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong wanita ditempatkan di tengah rangkaian sebagai langkah antisipasi, menyusul kecelakaan tragis di Bekasi Timur.[YKP]

Kritik Menteri PPA PDIP Usul Pindah Gerbong Wanita
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLanggar Kode Etik, 10 Personel Diberikan Pembinaan Bidpropam Polda Sumsel
Next Article Program Renovasi Rumah, Prabowo Alokasikan Rp20 Juta per Unit
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,883 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,755 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,729 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?