RELUNG.ID – Hama burung pipit membuat khawatir para petani padi di Lubuklinggau. Mengingat, tanaman padi mereka siap di panen dalam 20 hari kedepan.
“Hama ini dapat mengurangi jumlah hasil panen nantinya karena di makan burung pipit,” kata Seorang petani Duhanan di RT 02, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Lubuklinggau.
Untuk mengatasi hal tersebut, dia mengaku telah menyiapkan beberapa langkah. Mulai dari memasang kaleng yang diikat pakai tali ke sejumlah titik serta membuat orang-orangan sawah yang diikat pakai tali.
Dia menjelaskan, dipasang kaleng ini agar mengeluarkan suara sehingga dapat mengusir hama burung pergi. Sedangkan, dipasang orang-orangan sawah tersebut ketika ditarik pakai tali akan bergerak dan membuat burung takut. Meski demikian, mereka harus tetap berjaga 12 jam dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
“Kalau lengah dikit hama burung ini datang bergerombolan dalam jumlah banyak, jadi saya bergantian dengan saudara saya untuk berjaga di sawah,” terangnya.
Selain hama burung pipit, hama lainnya yang mengganggu padi yaitu walang sangit dan tikus. Serangan hama walang sangit dapat menyebabkan buah padi menjadi kosong. Karena hama ini menghisap sari pati padi.
“Kami berharap panen kali ini dapat normal yaitu sekitar 1,5 ton gabah, sehingga jika dijadikan berasa sebanyak 4 kuintal lebih,” pungkasnya. (ANS)

