RELUNG.ID – Setelah menjalani perawatan kurang lebih sembilan hari, Jumiatun korban selamat dalam insiden tabrakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara menghembuskan napas terakhirnya, Jumat (15/6/2025).
Istri dari Ngadiono ini meninggal dunia dalam perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan setelah dua kali menjalani operasi pengangkatan kulit mati akibat luka bakar 90 persen di tubuhnya.
Kabar meninggalnya Jumiatun ini dibenarkan oleh Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto.
Jumiatun sempat kritis hingga akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
“Iya benar, korban kecelakaan bus ALS yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang tadi pagi meninggal dunia,” kata dr Budi Susanto, Jumat (15/5/2026).
Rumah sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang bersama tim DVI Polda Sumsel dan DVI Mabes Polri akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses penanganan korban, termasuk hasil identifikasi jenazah, dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.
Untuk diketahui, kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara pada Rabu 6 Mei.
Dalam lakalantas tersebut menyebabkan 16 orang dilaporkan tewas usai bus ALS dan truk tangki terbakar.
Tiga orang berhasil selamat dalam peristiwa tersebut. Namun, mengalami luka bakar yang berat hingga 90 persen ditubuh mereka. Ketiganya yaitu Ngadiono bersama istri Jamiatun dan juga Fahrul.
Namun, karena luka bakar yang hampir 90 persen, Fahrul meninggal lebih dulu dan kini Jamiatun menghembuskan nafas terakhir.
Tercatat hingga saat ini, kecelakaan maut tersebut menyebabkan 19 orang meninggal dunia. (FZP)

