RELUNG.ID – Google menghadirkan pembaruan besar untuk platform Android Auto dengan membawa integrasi kecerdasan buatan (AI), tampilan visual baru, serta dukungan layar kendaraan yang lebih fleksibel.
Pembaruan ini disebut menjadi salah satu perubahan terbesar Android Auto sejak pertama kali diluncurkan lebih dari satu dekade lalu.
Google kini memungkinkan sistem Android Auto menyesuaikan diri dengan berbagai bentuk dan ukuran layar kendaraan modern.
Seiring perkembangan industri otomotif, produsen mobil kini menghadirkan layar dasbor dengan desain yang semakin beragam, mulai dari bentuk melengkung hingga bundar penuh.
Dalam pembaruan terbaru ini, Android Auto dapat mengisi seluruh area layar tanpa menyisakan bingkai hitam seperti sebelumnya.
Google mendemonstrasikan kemampuan tersebut pada sejumlah kendaraan dengan desain layar unik, termasuk mobil Mini dengan layar bundar, Lucid dengan panel lengkung, hingga BMW dengan layar trapesium.
Selain itu, tombol virtual kini tampil dalam desain mengambang sehingga membuat antarmuka terlihat lebih modern dan rapi.
Android Auto juga menghadirkan fitur widget interaktif yang dapat ditempatkan langsung di atas tampilan Google Maps.
Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu lagi keluar dari aplikasi navigasi untuk mengakses fungsi lain seperti membuka pintu garasi pintar, melihat cuaca, kalender, atau kontak favorit.
Google memungkinkan hingga dua baris widget tampil sekaligus, tergantung ukuran layar kendaraan. Meski widget aktif digunakan, tampilan navigasi tetap terlihat di latar belakang.
Google turut meningkatkan kualitas visual navigasi lewat fitur baru bernama Immersive Navigation. Tampilan peta kini dibuat lebih realistis dengan elemen tiga dimensi seperti bangunan, jembatan layang, hingga kontur medan jalan.
Sistem juga mampu menampilkan informasi penting secara real-time, termasuk jalur berkendara yang tepat, lampu lalu lintas, dan rambu berhenti.
Fitur ini diklaim membantu pengemudi saat menghadapi persimpangan rumit atau penggabungan jalan tol.
Android Auto kini juga mendukung pemutaran video langsung di layar kendaraan. Pengguna nantinya dapat menonton video definisi tinggi dari smartphone yang terhubung saat mobil dalam kondisi parkir.
Google menyebut kendaraan yang kompatibel akan dapat memutar video YouTube dalam kualitas Full HD 60fps mulai akhir tahun ini.
Namun demi keamanan, fitur video hanya bisa digunakan saat kendaraan berhenti. Ketika mobil mulai berjalan, tampilan video otomatis hilang, tetapi audionya tetap diputar di latar belakang.
Pembaruan terbaru juga membawa dukungan audio Dolby Atmos untuk pengalaman suara yang lebih imersif.
Di sisi lain, Google menyematkan sistem AI Gemini ke dalam Android Auto. Teknologi ini memungkinkan pengguna memberikan perintah yang lebih kompleks dan kontekstual.
Melalui fitur bernama Magic Cue, AI dapat memahami kebutuhan pengguna berdasarkan pesan, email, atau kalender yang tersimpan di perangkat.
Misalnya, ketika seseorang menerima pesan berisi lokasi pertemuan, sistem dapat langsung mencari alamat terkait dan menawarkan balasan otomatis.
AI Gemini bahkan mampu membantu memesan makanan saat pengguna masih berada di perjalanan agar pesanan tiba bersamaan dengan pengemudi di rumah.
Untuk kendaraan yang menggunakan sistem Google bawaan, AI juga dapat membaca spesifikasi kendaraan secara langsung.
Pengguna misalnya dapat menanyakan apakah sebuah barang akan muat di bagasi mobil, dan sistem akan menjawab berdasarkan ukuran kendaraan sebenarnya.
Google menilai perkembangan ini menunjukkan bahwa perangkat lunak dan kecerdasan buatan kini menjadi bagian penting dalam pengalaman berkendara modern.
Sejumlah produsen mobil seperti Ford, Hyundai, Kia, Mercedes-Benz, Volvo, hingga Renault disebut akan mulai menghadirkan fitur-fitur baru tersebut pada kendaraan mereka dalam waktu dekat. (LWM)

