RELUNG.ID – Google mengumumkan jadwal penerapan perubahan baru terkait sideloading atau pemasangan aplikasi Android dari sumber di luar toko aplikasi resmi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan keamanan pengguna Android melalui program verifikasi pengembang.
Program verifikasi pengembang Android sendiri telah diperkenalkan sejak tahun lalu. Beberapa bulan sebelumnya,
Google juga menyampaikan rencana penerapan masa tunggu selama 24 jam bagi pengguna yang ingin memasang aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi.
Kini, Google mengungkap tahapan implementasi kebijakan tersebut yang akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga 2027.
Mulai bulan ini, Google akan meluncurkan layanan sistem baru yang secara otomatis dipasang pada sebagian besar perangkat Android.
Layanan tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung proses verifikasi pendaftaran pengembang yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun.
Selanjutnya, pada Juli 2026, Google akan merilis Android Developer Verification Status API secara global. Pada periode yang sama, perusahaan juga membuka akses awal untuk Android Developer Console API serta akun distribusi terbatas (limited distribution accounts) melalui Android Developer Console.
Jenis akun baru tersebut ditujukan bagi pelajar, penghobi, dan individu yang sedang belajar mengembangkan aplikasi Android.
Melalui akun distribusi terbatas, pengembang dapat membagikan aplikasi kepada maksimal 20 perangkat tanpa harus menyertakan identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah maupun membayar biaya pendaftaran.
Memasuki Agustus 2026, Google akan meluncurkan akun distribusi terbatas dan Android Developer Console API secara global.
Selain itu, perusahaan juga menghadirkan alur lanjutan bagi pengguna tingkat lanjut yang tetap ingin memasang aplikasi dari pengembang yang belum terverifikasi.
Perubahan paling signifikan akan mulai berlaku pada 30 September 2026. Google akan menerapkan perlindungan verifikasi pengembang di empat negara tahap awal, yakni Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand.
Dalam skema baru tersebut, pendaftaran aplikasi menjadi syarat bagi toko aplikasi yang berpartisipasi. Sejumlah toko aplikasi yang telah dipastikan ikut serta antara lain Google Play Store, Honor App Market, Oppo App Market, Galaxy Store milik Samsung, V-Appstore dari vivo, Palm Store milik Transsion, serta GetApps milik Xiaomi.
Meski demikian, Google tetap menyediakan opsi bagi pengguna untuk memasang aplikasi yang belum terdaftar melalui Android Debug Bridge (ADB) maupun melalui alur lanjutan yang disediakan khusus bagi pengguna berpengalaman.
Google menyatakan bahwa penerapan global terhadap persyaratan verifikasi pengembang Android akan dilakukan pada 2027.
Sebelum diterapkan secara luas, perusahaan akan terlebih dahulu menghimpun masukan dari mitra, pengguna, serta komunitas pengembang guna menyempurnakan kebijakan tersebut.
Bagi para pengembang yang mendistribusikan aplikasi di Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand melalui toko aplikasi yang telah berpartisipasi,
Google mengimbau agar proses verifikasi diselesaikan sebelum September 2026 agar distribusi aplikasi tetap berjalan tanpa hambatan. (LWM)

