RELUNG.ID- Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) membantah informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan investor asing mencari negara lain jika tidak cocok dengan kebijakan Indonesia.
Informasi tersebut sebelumnya disebut-sebut sebagai respons atas surat terbuka Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI) kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait berbagai hambatan investasi di Indonesia.
Kemenkeu menegaskan kabar tersebut merupakan berita bohong atau hoaks.
“Berita yang beredar mengenai pernyataan Menkeu Purbaya yang mempersilakan investor asing mencari negara lain jika tidak cocok dengan kebijakan Indonesia sebagai respons terhadap surat terbuka Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI) kepada Presiden RI mengenai berbagai hambatan investasi di Indonesia, merupakan berita hoaks,” bunyi keterangan resmi Kemenkeu, Minggu (17/5/2026).
Kemenkeu juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan Menteri Keuangan.
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menkeu Purbaya,” lanjut keterangan tersebut.
Sebelumnya, Kamar Dagang China di Indonesia melayangkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi sejumlah keluhan terkait kondisi investasi di Indonesia.
Dalam surat yang beredar, pengusaha China menyoroti sejumlah kebijakan yang dinilai membebani dunia usaha, salah satunya terkait rencana kebijakan retensi Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA).
Kebijakan tersebut mewajibkan penempatan 50 persen devisa ekspor di bank milik negara Indonesia selama minimal satu tahun. Menurut pengusaha China, aturan itu dinilai dapat mengganggu likuiditas perusahaan dan operasional jangka panjang.
Selain itu, pengusaha China juga mengeluhkan rencana kenaikan tarif royalti komoditas mineral dan batu bara hingga bea keluar yang dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi industri pertambangan dan hilirisasi nikel di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengatakan hubungan investasi Indonesia dan China selama ini bersifat timbal balik. Ia juga mengaku pernah menyampaikan keluhan terkait praktik bisnis ilegal yang dilakukan sebagian pengusaha China di Indonesia.
“Saya sudah komplain ke mereka, banyak pengusaha China di sini yang juga melakukan bisnis nggak legal. Saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji akan memperingati mereka. Jadi itu dua arah sebetulnya, tidak ada masalah,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat.[YKP]

