RELUNG.ID- Kasus dugaan penganiayaan asisten rumah tangga (ART) yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin masih terus bergulir.
Setelah dilaporkan mantan ART-nya, Herawati, ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026 lalu, kini muncul pengakuan dari Nur Rohma, ART baru Erin, terkait penahanan ponselnya oleh sang majikan.
Nur membenarkan bahwa handphone miliknya memang ditahan selama bekerja di rumah mantan istri Andre Taulany tersebut.
“Mungkin ibu khawatir karena takutnya saya berkomentar yang tidak baik di luar, karena kan pemberitaannya terlalu berlebihan,” ujar Nur, dikutip dari YouTube Rasis Infotainment, Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, Nur menyebut Erin berjanji akan mengembalikan ponselnya.
“Jadi ditahan, tapi nanti katanya mau dikembalikan kok,” sambungnya.
Nur juga mengaku kondisinya baik-baik saja selama bekerja di rumah Erin. Ia menyebut persoalan yang terjadi hanya melibatkan Erin dan Herawati.
“Iya baik-baik saja. Yang punya masalah kan Ibu sama Mbak Hera. Kalau saya aman-aman aja di sini,” katanya.
Sementara itu, suami Nur, Rahmat, justru mengungkap hal berbeda. Ia mengaku panik karena selama tiga minggu tidak bisa menghubungi istrinya setelah kasus dugaan penganiayaan mencuat ke publik.
Rahmat bahkan mendatangi langsung rumah Erin untuk memastikan kondisi istrinya.
“Saya dari kampung tuh hari Jumat, sempat ke rumah Pak RT nyari nanya-nanya. Soalnya takut kan kalau enggak lapor, takut kenapa-kenapa,” ujar Rahmat.
Ia mengaku sempat bertemu langsung dengan Nur dan mendengar curahan hati istrinya yang disebut sudah tidak betah bekerja.
“Istri saya itu mau pulang, enggak betah, takut, was-was, trauma,” ucap Rahmat sambil menangis.
Menurut Rahmat, Nur juga sempat mengungkap keinginannya untuk pulang karena merasa ketakutan.
“Kalau misalkan dia enggak boleh pulang, dia mau kabur, dia takut,” katanya.
Rahmat menyebut Nur kini menjadi satu-satunya ART yang masih bekerja di rumah Erin setelah pekerja lainnya disebut sudah pulang.
“Katanya tinggal dia sendiri sekarang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Erin telah membantah tuduhan yang menyebut dirinya menahan barang-barang maupun ponsel para ART.
“Enggak ada, enggak ada yang saya tahan. Saya nggak pegang, yang pegang security,” kata Erin.
Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, juga menegaskan pihaknya akan menelusuri pihak yang diduga berada di balik laporan terhadap kliennya.
“Nanti di belakangnya ini pasti kita akan kejar juga. Nanti akan kita tanya siapa yang nyuruh ART,” ujar Sunan.
Kasus dugaan penganiayaan ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.[YKP]

