RELUNG.ID- Kodam Jaya menurunkan prajurit untuk membantu kepolisian memburu pelaku begal yang belakangan marak terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Arh. Noor Iskak mengatakan keterlibatan TNI dalam patroli tersebut merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP), yakni membantu tugas kepolisian.
“Dalam kegiatan patroli kita mendukung sesuai dengan permintaan dari Polda Metro Jaya, sedangkan penindakan hukum terhadap begal tetap dilaksanakan oleh kepolisian,” kata Noor Iskak, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan personel yang dilibatkan dalam patroli berasal dari jajaran Kodim sesuai wilayah masing-masing. Selain itu, personel dari sejumlah satuan juga ikut diperbantukan guna memperkuat patroli gabungan.
“Ditambah personel dari satuan untuk menambah kekuatan patroli sesuai dengan permintaan dari Polda Metro,” ujarnya.
Sebelumnya, Satgas Pemburu Begal Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 870 kasus kejahatan jalanan selama Mei 2026 di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan dari ratusan kasus tersebut, polisi berhasil menangkap 173 tersangka.
“Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran telah mengungkap 127 laporan polisi dengan 173 tersangka,” kata Iman dalam konferensi pers, Jumat (22/5/2026).
Ia merinci, sebanyak 38 tersangka ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya, sedangkan 135 tersangka lainnya ditangani Polres jajaran.
Menurut Iman, angka kejahatan jalanan di Jakarta mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah laporan masyarakat yang masuk ke kepolisian.
Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, polisi menerima sebanyak 1.283 laporan terkait kejahatan jalanan. Rinciannya yakni pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 651 kasus, pencurian biasa 396 kasus, pencurian kendaraan bermotor 209 kasus, dan pencurian dengan kekerasan sebanyak 27 kasus.[YKP]
