RELUNG.ID – PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi memperkenalkan New Toyota Hilux di Palembang, Sumatera Selatan.
Generasi terbaru kendaraan pikap legendaris ini hadir dengan pembaruan pada sektor performa, desain, teknologi keselamatan, hingga menghadirkan varian Battery Electric Vehicle (BEV) sebagai bagian dari strategi elektrifikasi Toyota di Indonesia.
Area Manager Toyota Astra Motor Sumbagsel, Leo Johanes, mengatakan New Hilux dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan kendaraan yang tangguh untuk berbagai medan, namun tetap menawarkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi dalam penggunaan sehari-hari.
“Hilux telah dikenal sebagai kendaraan dengan kualitas, daya tahan, dan keandalan yang tinggi. Di Indonesia, kendaraan ini menjadi pilihan utama di berbagai sektor, seperti pertambangan, perkebunan, konstruksi, hingga kebutuhan operasional bisnis lainnya,” ujar Leo saat peluncuran di Palembang, Kamis (9/7/2026).
Ia mengungkapkan, performa Hilux di pasar nasional terus menunjukkan tren positif. Pangsa pasar Hilux di segmen double cabin 4×4 meningkat dari 57 persen pada Januari 2025 menjadi 70,2 persen pada periode yang sama tahun 2026.
Di Sumatera Selatan, kontribusi Hilux juga terus bertumbuh. Toyota mencatat peningkatan pangsa pasar sekitar 24,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan market share mencapai 68 persen.
Untuk mendukung kebutuhan operasional di berbagai kondisi jalan, New Hilux dibekali mesin diesel 2.8L 1GD-FTV berkapasitas 2.755 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 201 hp dan torsi maksimum 500 Nm.
Mesin tersebut dirancang memberikan performa optimal saat membawa muatan berat maupun melintasi medan yang menantang.
Regional Business Head Sumatera Toyota Astra Motor, Biyouzmal, menjelaskan seluruh varian New Hilux kini telah dilengkapi sistem Part Time 4WD serta Rear Differential Lock yang meningkatkan kemampuan kendaraan saat melewati jalan berlumpur, berbatu, maupun lintasan off-road.
“Dari sisi desain, New Hilux mengusung konsep Cyber SUMO yang menghadirkan tampilan lebih gagah, kokoh, sekaligus modern,” katanya.
Penyegaran terlihat pada desain grille, bumper, lampu LED, hingga kabin yang kini lebih ergonomis dan nyaman bagi pengemudi maupun penumpang.
Pada varian tertinggi, New Hilux V AT dibekali berbagai fitur premium, seperti layar hiburan berukuran 12,3 inci yang telah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, panel instrumen Full TFT 12 inci, wireless charger, Electronic Parking Brake (EPB), Multi Terrain Select, Electric Power Steering, hingga paket keselamatan aktif Toyota Safety Sense (TSS) 3.0.
Fitur keselamatan tersebut meliputi Pre-Collision System, Adaptive Cruise Control, Lane Tracing Assist, serta Auto High Beam untuk meningkatkan keamanan selama berkendara.
Selain varian double cabin, Toyota juga tetap menghadirkan New Hilux Single Cabin 2.8 DSL yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis dengan daya angkut tinggi dan biaya kepemilikan yang kompetitif.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kendaraan ramah lingkungan, Toyota turut memperkenalkan New Hilux Battery EV.
Pikap listrik ini menggunakan sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) dengan dua motor listrik, baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh, serta tenaga maksimum 144 kW.
“Kami optimistis kehadiran New Hilux, baik versi diesel maupun Battery EV, akan semakin memperkuat posisi Toyota di segmen kendaraan pikap komersial di Sumatera Selatan,” ujar Biyouzmal.
Untuk wilayah Sumatera Selatan, New Hilux dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) mulai dari Rp457,2 juta untuk varian Single Cabin 2.8 DSL M/T.
Sementara Double Cabin 2.8 E M/T dibanderol Rp494,1 juta, Double Cabin 2.8 G M/T Rp526 juta, Double Cabin 2.8 V A/T Rp603,4 juta, dan New Hilux Battery EV dipasarkan dengan harga Rp1,028 miliar.
Selama masa peluncuran, Toyota juga menawarkan berbagai program penjualan, antara lain uang muka mulai 20 persen, tenor kredit hingga lima tahun, layanan tukar tambah kendaraan melalui OLX, serta gratis biaya servis selama dua tahun.
Toyota menargetkan penjualan New Hilux di Sumatera Selatan dapat mencapai sekitar 80 unit per bulan, seiring tingginya permintaan kendaraan pikap untuk sektor bisnis maupun kebutuhan pribadi. (CKM)

