Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Orang Tua Korban Bullying di Palembang Minta Pelaku Dikeluarkan dari Sekolah
Hukum

Orang Tua Korban Bullying di Palembang Minta Pelaku Dikeluarkan dari Sekolah

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda11/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswi SMP Negeri di Kota Palembang terus menjadi perhatian. Di tengah proses penanganan yang dilakukan pihak sekolah dan kepolisian, orang tua korban berharap sekolah mengambil langkah tegas agar anaknya dapat kembali belajar dengan rasa aman.

Leni, ibu dari siswi berinisial AL (13), menegaskan tidak ingin putrinya menjadi pihak yang harus menanggung dampak berkepanjangan dengan berpindah sekolah. Menurutnya, AL telah merasa nyaman bersekolah dan saat ini telah memasuki kelas IX.

“Saya tidak mau anak saya yang pindah sekolah. Dia sudah nyaman di sini dan sekarang sudah kelas sembilan. Kalau pindah, nanti dia harus beradaptasi lagi,” ujar Leni, Jumat (10/7/2026).

Sebaliknya, Leni berharap pihak sekolah memberikan sanksi tegas terhadap siswi berinisial SN (12) yang diduga menjadi pelaku perundungan. Ia mengaku masih dihantui kekhawatiran peristiwa serupa dapat kembali terjadi apabila keduanya tetap berada di lingkungan sekolah yang sama.

“Saya minta pelaku dikeluarkan dari sekolah ini. Saya takut kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya sembari menahan tangis.

Menurut Leni, perundungan yang dialami putrinya tidak hanya meninggalkan trauma psikologis, tetapi juga menyebabkan sejumlah luka fisik. Korban mengaku mengalami nyeri di bagian kepala setelah rambutnya dijambak serta sakit di bagian perut akibat tendangan yang diterimanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa putrinya sempat hampir didorong ke dalam parit saat insiden berlangsung. Korban disebut berhasil menahan tubuhnya sehingga tidak terjatuh, meski telapak tangannya mengalami luka akibat bertumpu di bibir parit.

“Anak saya bilang pelaku sempat mau mendorongnya ke parit. Dia bertahan supaya tidak jatuh,” tuturnya.

Leni menambahkan, sebelum dugaan perundungan terjadi, putrinya sempat menerima ancaman agar datang ke sekolah. Korban mengaku diberitahu bahwa dirinya akan tetap dicari apabila tidak hadir.

“Anak saya bilang kalau tidak datang ke sekolah, hari Senin dia tetap akan dicari. Karena itu dia datang. Ternyata setelah bertemu langsung dibully,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut, lanjut Leni, diduga direkam menggunakan telepon genggam oleh pelaku dengan bantuan rekannya. Saat kejadian berlangsung, terdapat beberapa siswa lain di lokasi, namun tidak ada yang berupaya menghentikan aksi tersebut.

“Saya sedih melihat anak saya diperlakukan seperti itu. Ada beberapa teman pelaku di sana, tetapi tidak ada satu pun yang menolong anak saya. Mereka hanya melihat kejadian itu,” katanya.

Meski keluarga korban telah mengikuti proses mediasi yang difasilitasi pihak terkait, Leni berharap penyelesaian kasus tidak berhenti pada mediasi semata. Ia meminta sekolah memastikan lingkungan belajar yang aman sehingga putrinya dapat menjalani kegiatan belajar tanpa rasa takut saat tahun ajaran baru dimulai.[THQ]

Kasus bullying Palembang Sekolah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKPK Amankan Sembilan Orang dalam OTT di Solo Raya, Sita Emas dan Valuta Asing Bernilai Miliaran Rupiah
Next Article Permintaan Pelaku Dikeluarkan Belum Diputuskan, Disdik Palembang Tunggu Hasil Mediasi Keluarga
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Hukum

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

09/10/20268 Views
Hukum

Penampakan Indra Kenz Kembali Masuk Lapas Tangerang Usai Pembebasan Bersyarat Dicabut

09/10/20266 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,934 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,804 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,777 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?