RELUNG.ID – Harga biji kopi robusta di Kota Pagar Alam mulai menunjukkan tren kenaikan di penghujung musim panen.
Kondisi ini membawa angin segar bagi para petani yang sebelumnya memilih menahan penjualan hasil panennya karena harga dinilai belum menguntungkan.
Di tingkat pengepul lokal, harga kopi robusta kini berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp63 ribu per kilogram. Angka tersebut meningkat dibandingkan awal panen raya yang hanya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp53 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut mendorong banyak petani mengeluarkan stok biji kopi kering yang selama ini disimpan. Mereka mulai menjual hasil panen ke gudang-gudang pengepul untuk memanfaatkan harga yang lebih tinggi.
Salah seorang petani kopi, Sartoni (58), mengaku menjual sekitar setengah ton kopi simpanannya setelah mengetahui harga mulai naik.
Menurutnya, meski harga yang diterima masih dipengaruhi kualitas dan kadar air biji kopi, nilai jual saat ini jauh lebih baik dibandingkan pada awal musim panen.
“Alhamdulillah kopi saya dibeli Rp60 ribu per kilogram. Hari ini saya menjual sekitar setengah ton kopi yang sebelumnya saya simpan,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Sementara itu, pengepul kopi Adianto (40) menjelaskan kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.
Menurutnya, berkurangnya stok di tingkat pengepul besar membuat pasokan dari sentra produksi di Sumatera, termasuk Kota Pagar Alam, semakin dibutuhkan.
“Permintaan dari luar pulau cukup tinggi karena stok mereka mulai menipis. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, harga beli kepada petani ikut dinaikkan agar pasokan tetap tersedia,” katanya.
Meski harga mulai membaik, para petani berharap kenaikan ini dapat bertahan dan tidak diikuti fluktuasi yang terlalu tajam. (LWM)

