RELUNG.ID– Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, saat jenazah Simson Rarameha alias Temon dimakamkan, Senin (13/7/2026). Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi penghormatan terakhir kepada mendiang yang meninggal dunia pada usia 59 tahun.
Mobil jenazah yang membawa almarhum tiba di TPU Tanah Kusir sekitar pukul 12.15 WIB setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka dan menjalani ibadah penghiburan serta ibadah pelepasan di Gereja Effatha.
Peti jenazah berwarna putih kemudian digotong menuju liang lahad yang telah dipersiapkan. Di belakangnya, istri, anak-anak, serta keluarga besar berjalan perlahan dengan wajah penuh duka. Tangis para pelayat pecah ketika peti mulai diturunkan ke dalam makam.
Momen paling mengharukan terjadi sesaat sebelum liang lahad mulai ditimbun tanah. Istri almarhum, Mae, menghampiri tepi makam untuk menyampaikan salam perpisahan terakhir kepada suami tercintanya.
“Sampai jumpa sayangku. I know you. Sampai jumpa lagi di sana, sayangku,” ucap Mae dengan suara bergetar sambil menahan tangis.
Ucapan tersebut membuat suasana pemakaman semakin haru. Tangis keluarga dan kerabat tak terbendung ketika petugas mulai menguruk liang lahad hingga peti jenazah tertutup tanah.
Meski larut dalam kesedihan, Mae bersama anak-anaknya berusaha saling menguatkan. Setelah pusara tertutup sempurna dan nisan dipasang, keluarga serta para sahabat bergantian menaburkan bunga di atas makam sebagai penghormatan terakhir.
Prosesi pemakaman kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin pemuka agama. Seluruh pelayat tampak khusyuk memanjatkan doa agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Diketahui, Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.42 WIB. Menurut keterangan keluarga, ia mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung yang berkaitan dengan riwayat hipertensi yang dideritanya.
Sebelum meninggal dunia, Temon sempat mengalami gejala serangan jantung pada pagi hari dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kepergian Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengenalnya. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang hangat dan dekat dengan banyak orang, sehingga kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarga yang ditinggalkan.[YKP]

