Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Fitur AI Google Dinilai Berisiko bagi Anak, Soroti Akurasi hingga Respons terhadap Krisis
Techno

Fitur AI Google Dinilai Berisiko bagi Anak, Soroti Akurasi hingga Respons terhadap Krisis

alwiBy alwi16/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). (Freepik)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sebuah studi terbaru dari organisasi nirlaba Common Sense Media menyoroti potensi risiko penggunaan fitur kecerdasan buatan (AI) milik Google bagi anak-anak.

Dalam laporannya, organisasi tersebut menyimpulkan bahwa fitur AI Google dapat menimbulkan “risiko yang tidak dapat diterima” bagi pengguna usia muda.

Baca juga :   Opera Neon Kini Dibuka untuk Publik, Tapi Berbayar

Laporan itu menyebutkan bahwa salah satu faktor yang membuat temuan ini menjadi perhatian adalah luasnya penggunaan layanan Google di lingkungan pendidikan.

Chromebook, yang banyak digunakan sebagai perangkat belajar di sekolah, membuat fitur AI Google mudah diakses oleh siswa, baik melalui perangkat pribadi maupun perangkat yang disediakan sekolah.

“Yang membedakan AI Google dari layanan AI lainnya adalah keberadaannya yang hampir ada di mana-mana pada perangkat pribadi dan perangkat yang dikeluarkan sekolah untuk anak-anak,” tulis Common Sense Media dalam laporannya.

Baca juga :   Ayah Tiri di Lubuklinggau Ditangkap atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Salah satu sorotan utama penelitian tersebut adalah kemampuan AI Mode Google yang dinilai dapat menyelesaikan pekerjaan rumah siswa secara langsung.

Menurut laporan itu, fitur tersebut tidak hanya memberikan jawaban atas tugas sekolah, tetapi juga menghasilkan respons yang berbeda pada setiap percobaan, sehingga akurasinya dinilai tidak konsisten.

Dalam beberapa kasus, jawaban yang diberikan benar, sementara pada kesempatan lain justru keliru.

Baca juga :   Kasus Daycare Yogyakarta, KPAI: Banyak Tempat Penitipan Anak Abaikan Izin

Selain persoalan akademik, laporan itu juga mengangkat kekhawatiran terkait respons AI terhadap situasi yang melibatkan kesehatan mental. Common Sense Media menyatakan bahwa AI Mode dinilai gagal memberikan bantuan yang memadai kepada anak-anak yang sedang mengalami krisis.

Organisasi tersebut mengklaim AI Google tidak selalu mampu mengenali tanda-tanda keinginan bunuh diri, bahkan dalam beberapa kasus disebut memperkuat indikasi psikosis dan mania.

Laporan itu juga menyoroti respons AI yang dinilai dapat memvalidasi gangguan makan, termasuk perilaku muntah paksa, serta memberikan tanggapan yang dianggap merayakan penggunaan ganja.

Baca juga :   YouTube Perkenalkan Fitur Pengatur Waktu Tidur untuk Pengguna Premium

AI Mode sendiri merupakan antarmuka berbasis chatbot yang hanya muncul ketika pengguna secara aktif memilih tombol “AI Mode”.

Sementara itu, Google juga memiliki fitur AI Overview, yang secara otomatis menampilkan ringkasan hasil pencarian berbasis AI.

Menurut Common Sense Media, kedua fitur tersebut saat ini tidak dapat dinonaktifkan oleh pengguna.

Baca juga :   Ciri-Ciri Anak Cacingan yang Perlu Dikenali oleh Orang Tua

Dalam evaluasinya, Common Sense Media menguji AI Google berdasarkan delapan prinsip keselamatan AI yang telah ditetapkan organisasi tersebut.

Hasilnya, Google disebut hanya memenuhi satu dari delapan prinsip, sementara tujuh prinsip lainnya dinilai belum terpenuhi. (LWM)

Anak Common Sense Media Fitur AI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKPK Geledah Rumah Anggota V BPK Bobby Adhityo Rizaldi, Dalami Kasus Suap Audit Muara Enim
Next Article Karhutla di Empat Lawang Berhasil Dipadamkan, Api Nyaris Capai Permukiman
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20263 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,994 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,866 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,838 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?